Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum Projamin Ambroncius Dijemput Paksa Usai Jadi Tersangka
Hukum
15 jam yang lalu
Ketum Projamin Ambroncius Dijemput Paksa Usai Jadi Tersangka
2
Gus Jazil Bilang Ketidak Disiplinan Masyarakat Penyebab Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta
MPR RI
20 jam yang lalu
Gus Jazil Bilang Ketidak Disiplinan Masyarakat Penyebab Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta
3
Ada 7 Calon Tersangka Kasus Asabri dan Masih Bisa Bertambah
Hukum
24 jam yang lalu
Ada 7 Calon Tersangka Kasus Asabri dan Masih Bisa Bertambah
4
270 Pabrik di Karawang jadi Klaster Penyebaran Covid-19
Kesehatan
23 jam yang lalu
270 Pabrik di Karawang jadi Klaster Penyebaran Covid-19
5
Bamsoet Dukung Penegakan Hukum Berbasis Elektronik
MPR RI
19 jam yang lalu
Bamsoet Dukung Penegakan Hukum Berbasis Elektronik
6
Virus Nipah Diwaspadai Jadi Pandemi Baru, Tingkat Kematian 75%, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
Kesehatan
8 jam yang lalu
Virus Nipah Diwaspadai Jadi Pandemi Baru, Tingkat Kematian 75%, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
Home  /  Berita  /  DPR RI

Putri Komarudin Ingatkan Pengelolaan Utang harus Efektif

Putri Komarudin Ingatkan Pengelolaan Utang harus Efektif
Ilsutrasi. (Gambar: kontan)
Sabtu, 09 Mei 2020 18:12 WIB
JAKARTA - Pemerintah diimbau tingkatkan efektivitas pengelolaan utang; memperhatikan stabilitas rasio utang Pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) untuk menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dalam menghadapi tekanan perekonomian akibat pandemi virus Corona (Covid-19).

Imbauan itu disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin dalam laporan yang diterima GoNews.co, Sabtu (9/5/2020).

Kinerja pengelolaan utang negara oleh Pemerintah pada 2018 hingga triwulan III 2019, disebut belum maksimal dan berpotensi menimbulkan gangguan keberlangsungan fiskal di masa mendatang. Ini, merujuk pada Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2019 yang disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Dengan diterbitkannya Perpres Nomor 54 tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN TA 2020, pemerintah mencatat kenaikan pembiayaan utang menjadi Rp 1.006,4 triliun dari perencanaan semula sebesar Rp 351,8 triliun. Kenaikan tersebut seiring dengan meningkatnya outlook defisit anggaran yang kini mencapai 5,07 persen untuk membiayai belanja stimulus pemerintah dalam rangka penanganan pandemi.

"Penambahan nominal utang serta peningkatan proyeksi rasio utang terhadap PDB tahun ini dapat dianggap sebagai konsekuensi logis atas kejadian luar biasa akibat pandemi (Covid-19). Namun, bukan berarti pengelolaan utang saat ini sudah optimal, selalu ada ruang untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan," kata Puteri.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, DPR RI, Nasional, Hukum
wwwwww