Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
22 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
18 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
3
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
9 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
4
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
5
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
Peristiwa
21 jam yang lalu
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
6
Sah... Partai Gelora Resmi Terima 3 SK Menkumham
Politik
23 jam yang lalu
Sah... Partai Gelora Resmi Terima 3 SK Menkumham
Home  /  Berita  /  DPD RI

Dibantu Robot, Tiongkok Berangsur Buka Sekolah, Indonesia Punya 'Skenario' Sendiri

Dibantu Robot, Tiongkok Berangsur Buka Sekolah, Indonesia Punya Skenario Sendiri
Anggota Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudin dalam sebuah acara terkait penguatan peran keluarga dalam aktivitas belajar anak di rumah. (Foto: Ist.)
Senin, 11 Mei 2020 17:26 WIB
JAKARTA - Berbagai Negara seperti Tiongkok, Denmark, Jepang, Taiwan, Israel, dan Norwegia, secara bertahap telah kembali membuka sekolah-sekolahnya. Tiongkok telah memulai langkah ini sejak pertengahan April 2020, bulan lalu.

Di Tiongkok, upaya untuk secara berangsur membuka kembali sekolah-sekolah juga ditunjang dengan penggunaan robot yang bisa memindai virus dalam tubuh para siswa. Meski dibanderol sekira Rp 83 juta rupiah, ribuan sekolah di Tiongkok sudah menggunakan robot ini.

Di Indonesia, langkah serupa dinilai belum tentu tepat dipilih sebagai sebuah kebijakan di masa pandemi Corona/Covid-19, saat ini. Pasalnya, menurut Anggota Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudin, saat ini justru virus telah terdeteksi di seluruh provinsi di Indonesia.

"Kita berharap memang dalam 2 bulan sudah selesai, namun harus kita lihat perkembangan 2 bulan ke depan. Dikhawatirkan, dengan adanya Idul Fitri dan masih adanya orang-orang yang memaksakan mudik, kasus di daerah menjadi lebih tinggi," kata Hetifah melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (11/5/2020).

Di Indonesia, Hetifah melanjutkan, tingkat ketidakpastian Pandemi Corona/Covid-19 masih tinggi, sehingga pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, telah menyiapkan beberapa skenario terkait dengan langkah yang akan dilakukan, "Jika (pandemi ini, Red) selesai Juni, Juli, dan seterusnya,".

Komisi X DPR RI sebagai pengawas kerja pemerintah, kata Hetifah, berharap ada penguatan persiapan pembelajaran daring beserta sistem pendukungnya dalam implementasi skenario-skenario yang ada.

Hetifah juga belum melihat penggunaan robot pemindai virus belum tepat diterapkan di Indonesia. Sepertinya, kata Hetifah, "kemampuan fiskal kita masih jauh untuk menerapkan itu di seluruh Indonesia,".

"Lebih baik jika nanti memang sekolah dibuka, kita berdayakan tenaga-tenaga kesehatan yang ada dan puskesmas setempat untuk melakukan pemeriksaan pada anak-anak di sekolah," kata Politisi Golkar itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, DPD RI, Nasional, Pendidikan

wwwwww