Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
13 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
12 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
11 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
11 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Nusantara

Dibantu Robot, Tiongkok Berangsur Buka Sekolah, Indonesia Punya 'Skenario' Sendiri

Dibantu Robot, Tiongkok Berangsur Buka Sekolah, Indonesia Punya Skenario Sendiri
Anggota Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudin dalam sebuah acara terkait penguatan peran keluarga dalam aktivitas belajar anak di rumah. (Foto: Ist.)
Senin, 11 Mei 2020 17:26 WIB
JAKARTA - Berbagai Negara seperti Tiongkok, Denmark, Jepang, Taiwan, Israel, dan Norwegia, secara bertahap telah kembali membuka sekolah-sekolahnya. Tiongkok telah memulai langkah ini sejak pertengahan April 2020, bulan lalu.

Di Tiongkok, upaya untuk secara berangsur membuka kembali sekolah-sekolah juga ditunjang dengan penggunaan robot yang bisa memindai virus dalam tubuh para siswa. Meski dibanderol sekira Rp 83 juta rupiah, ribuan sekolah di Tiongkok sudah menggunakan robot ini.

Di Indonesia, langkah serupa dinilai belum tentu tepat dipilih sebagai sebuah kebijakan di masa pandemi Corona/Covid-19, saat ini. Pasalnya, menurut Anggota Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudin, saat ini justru virus telah terdeteksi di seluruh provinsi di Indonesia.

"Kita berharap memang dalam 2 bulan sudah selesai, namun harus kita lihat perkembangan 2 bulan ke depan. Dikhawatirkan, dengan adanya Idul Fitri dan masih adanya orang-orang yang memaksakan mudik, kasus di daerah menjadi lebih tinggi," kata Hetifah melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (11/5/2020).

Di Indonesia, Hetifah melanjutkan, tingkat ketidakpastian Pandemi Corona/Covid-19 masih tinggi, sehingga pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, telah menyiapkan beberapa skenario terkait dengan langkah yang akan dilakukan, "Jika (pandemi ini, Red) selesai Juni, Juli, dan seterusnya,".

Komisi X DPR RI sebagai pengawas kerja pemerintah, kata Hetifah, berharap ada penguatan persiapan pembelajaran daring beserta sistem pendukungnya dalam implementasi skenario-skenario yang ada.

Hetifah juga belum melihat penggunaan robot pemindai virus belum tepat diterapkan di Indonesia. Sepertinya, kata Hetifah, "kemampuan fiskal kita masih jauh untuk menerapkan itu di seluruh Indonesia,".

"Lebih baik jika nanti memang sekolah dibuka, kita berdayakan tenaga-tenaga kesehatan yang ada dan puskesmas setempat untuk melakukan pemeriksaan pada anak-anak di sekolah," kata Politisi Golkar itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nusantara, Nasional, Umum
wwwwww