Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
17 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
2
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
16 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
3
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
4
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
5
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
Nasional
9 jam yang lalu
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
6
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Peristiwa
15 jam yang lalu
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Minta Pemerintah Cabut PSBB, Pernyataan Presiden The World Peace Committee Bikin Geger

Minta Pemerintah Cabut PSBB, Pernyataan Presiden The World Peace Committee Bikin Geger
Selasa, 12 Mei 2020 18:22 WIB
JAKARTA - Pernyataan Presiden The World Peace Committee, Djuyoto Suntani tiba-tiba bikin geger publik. Pasalnya, Ia meminta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Gubernur, dan Bupati/Wali Kota untuk mengakhiri kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saya atas nama masyarakat international minta di seluruh penjuru dunia untuk mengakhiri kebijakan lockdown, termasuk Pemerintah Republik Indonesia. Planet bumi bersih dari virus corona, jangan sengsarakan masyarakat dengan kebijakan salah hanya karena terpengaruh isu virus corona yang diciptakan oleh konspirasi global," kata Djuyoto dalam keterangannya, Selasa (12/5).

Sejumlah negara yang mencabut lockdown seperti Swedia, Israel, Jepang, Arab Saudi, Uni Emirates Arab, Brazil, Equador, Kanada, dan lainnya diklaim karena masukan dari pemimpin 202 negara ini.

"Sebagai pemimpin dunia yang lahir di Indonesia, saya punya empati pada rakyat Indonesia. Tiap hari saya dapat laporan masyarakat yang menderita karena kebijakan PSBB. Aparat yang jaga PSBB juga stres, bingung, tidak tahu jaga apa? Saya minta Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Daerah yang buat kebijakan PSBB untuk mengakhiri PSBB," tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta Jokowi untuk tidak takut pada tekanan konspirasi global yang menciptakan isu sesat tentang virus corona.

"Jangan takut dan kawatir dengan tekanan konspirasi global yang menciptakan isu sesat tentang virus corona. Takutlah pada Tuhan yang menciptakan kita. Raja Salman di Arab Saudi setelah saya sadarkan, langsung akhiri kebijakan lockdown,” terangnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Umum, Peristiwa, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww