Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
17 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
2
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
16 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
3
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
4
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
5
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
Nasional
9 jam yang lalu
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
6
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Peristiwa
15 jam yang lalu
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

CBA Temukan Jejak Keluarga Petinggi Golkar di Perusahaan Mitra Kartu Prakerja, Benarkah Keponakan Luhut?

CBA Temukan Jejak Keluarga Petinggi Golkar di Perusahaan Mitra Kartu Prakerja, Benarkah Keponakan Luhut?
Pandu Sjahrir. (Istimewa)
Selasa, 12 Mei 2020 18:06 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menyebut semakin terang benderang bahwa program Kartu Pra Kerja rawan dengan konflik kepentingan.

Ketika ditanya kepentingan pihak mana? Uchok menyebut, ada sedikit jejak keluarga petinggi Partai Golkar dalam salah satu perusahaan yang ditunjuk untuk menjalankan pelatihan Kartu Prakerja.

"Sebagai bukti permulaan, tim kami berhasil menelusuri adanya hubungan kepentingan salah satu perusahaan, yaitu Bukalapak, dengan pejabat tinggi Partai Golkar. Dalam akta perusahaan yang kami dapatkan, tampak ada nama Pandu Satria Sjahrir sebagai pemilik saham di PT Bukalapak," ungkap Uchok Sky, Selasa (12/5/2020) di Jakarta.

Lalu siapakah sebenarnya Pandu Patria Sjahrir? Pria yang biasa dikenal dengan sebutan Pandu Sjahrir, adalah pengusaha muda yang merupakan keponakan kandung dari Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain menjadi pemilik saham Bukalapak, Pandu Sjahrir juga menjabat sebagai CFO dari Toba Bara Sejahtera, grup perusahaan tambang batu bara milik Luhut Binsar Pandjaitan.

Sementara Luhut Binsar Pandjaitan saat ini selain menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, adalah juga Ketua Dewan Pembina Partai Golkar. Di sinilah letak konflik kepentingannya menurut Uchok Sky. "Jadi penanggung jawab program ini adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang sekaligus Ketua Umum Golkar, sementara salah satu perusahaan yang ditunjuk sebagai mitra adalah milik keponakan kandung Ketua Dewan Pembina Golkar,"

Berdasarkan penelusurannya juga, kedekatan Airlangga Hartarto dan Golkar dengan Bukalapak seperti sudah terjalin dengan cukup erat sejak lama. Uchok Sky menunjukkan sebuah kliping berita online tanggal 23 Mei 2018, di suatu acara Relawan Golkar Jokowi (Gojo) yang dihadiri Airlangga Hartarto (sebelum menjadi Menko Perekonomian) dan Presiden Jokowi yang menghadirkan juga Bukalapak, Airlangga diberitakan menyanjung-nyanjung Bukalapak di hadapan Presiden Jokowi.

Menurut Uchok Sky, agar nanti masyarakat tidak semakin mencurigai Program Kartu Prakerja hanya menguntungkan kelompok tertentu, sebaiknya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera masuk untuk melakukan audit dalam penggunaan dana pelatihan Kartu Pra Kerja yang sebesar Rp 5,6 triliun ini.

Seperti diketahui, ada delapan mitra pelatihan Kartu Pra Kerja, yaitu Ruangguru, Tokopedia, Bukalapak, Mau Belajar Apa, Sekolahmu, Pijar Mahir, Sisnaker, Pintaria.***


wwwwww