Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
19 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
24 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
21 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
17 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Voli

CBA Temukan Jejak Keluarga Petinggi Golkar di Perusahaan Mitra Kartu Prakerja, Benarkah Keponakan Luhut?

CBA Temukan Jejak Keluarga Petinggi Golkar di Perusahaan Mitra Kartu Prakerja, Benarkah Keponakan Luhut?
Pandu Sjahrir. (Istimewa)
Selasa, 12 Mei 2020 18:06 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menyebut semakin terang benderang bahwa program Kartu Pra Kerja rawan dengan konflik kepentingan.

Ketika ditanya kepentingan pihak mana? Uchok menyebut, ada sedikit jejak keluarga petinggi Partai Golkar dalam salah satu perusahaan yang ditunjuk untuk menjalankan pelatihan Kartu Prakerja.

"Sebagai bukti permulaan, tim kami berhasil menelusuri adanya hubungan kepentingan salah satu perusahaan, yaitu Bukalapak, dengan pejabat tinggi Partai Golkar. Dalam akta perusahaan yang kami dapatkan, tampak ada nama Pandu Satria Sjahrir sebagai pemilik saham di PT Bukalapak," ungkap Uchok Sky, Selasa (12/5/2020) di Jakarta.

Lalu siapakah sebenarnya Pandu Patria Sjahrir? Pria yang biasa dikenal dengan sebutan Pandu Sjahrir, adalah pengusaha muda yang merupakan keponakan kandung dari Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain menjadi pemilik saham Bukalapak, Pandu Sjahrir juga menjabat sebagai CFO dari Toba Bara Sejahtera, grup perusahaan tambang batu bara milik Luhut Binsar Pandjaitan.

Sementara Luhut Binsar Pandjaitan saat ini selain menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, adalah juga Ketua Dewan Pembina Partai Golkar. Di sinilah letak konflik kepentingannya menurut Uchok Sky. "Jadi penanggung jawab program ini adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang sekaligus Ketua Umum Golkar, sementara salah satu perusahaan yang ditunjuk sebagai mitra adalah milik keponakan kandung Ketua Dewan Pembina Golkar,"

Berdasarkan penelusurannya juga, kedekatan Airlangga Hartarto dan Golkar dengan Bukalapak seperti sudah terjalin dengan cukup erat sejak lama. Uchok Sky menunjukkan sebuah kliping berita online tanggal 23 Mei 2018, di suatu acara Relawan Golkar Jokowi (Gojo) yang dihadiri Airlangga Hartarto (sebelum menjadi Menko Perekonomian) dan Presiden Jokowi yang menghadirkan juga Bukalapak, Airlangga diberitakan menyanjung-nyanjung Bukalapak di hadapan Presiden Jokowi.

Menurut Uchok Sky, agar nanti masyarakat tidak semakin mencurigai Program Kartu Prakerja hanya menguntungkan kelompok tertentu, sebaiknya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera masuk untuk melakukan audit dalam penggunaan dana pelatihan Kartu Pra Kerja yang sebesar Rp 5,6 triliun ini.

Seperti diketahui, ada delapan mitra pelatihan Kartu Pra Kerja, yaitu Ruangguru, Tokopedia, Bukalapak, Mau Belajar Apa, Sekolahmu, Pijar Mahir, Sisnaker, Pintaria.***

wwwwww