Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
14 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
14 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
15 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
15 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  PON

Gugus Tugas: Dokter Bukan Garda Terdepan Penanggulangan Pandemi Covid-19

Gugus Tugas: Dokter Bukan Garda Terdepan Penanggulangan Pandemi Covid-19
Ilsutrasi (Gambar: freepik.com)
Rabu, 13 Mei 2020 11:40 WIB
JAKARTA - Wabah virus Corona/Covid-19 telah ditetapkan sebagai Pandemi. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, bahkan menyebut situasi pandemi ini sebagai 'Perang'.

Dalam situasi perang melawan pandemi virus Corona/Covid-19, narasi bahwa tenaga medis merupakan garda terdepan pun mencuat. Itu, setelah banyaknya para tenaga medis yang juga ikut terpapar oleh virus yang disebut berasal dari Wuhan, China tersebut.

Belakangan, narasi dibalik. Para dokter dan petugas medis, bukan garda terdepan penanganan wabah Covid-19. Garda terdepan adalah masyarakat itu sendiri. Para dokter justru ada di garis belakang, mengobati korban di garda terdepan.

"Begitu kurang lebih statement Kepala Gugus Tugas Covid-19, Letjen Doni Monardo beberapa waktu lalu. Sebuah pernyataan yang jika direnungkan, sangat tepat. Karenanya, kami Tim Koordinator Relawan (TKR), mengarahkan para relawan non medis bergerak ke garda terdepan. Memotivasi dan memberi penyuluhan masyarakat sebagai garda terdepan perang melawan Covid-19," ujar Koordinator Tim Relawan Gugus Tugas Covid-19, Andre Rahadian, di Jakarta, dalam rilisnya seperti dikutip GoNews.co, Rabu (13/5/2020).

Diawali dengan kampanye tidak mudik. Relawan di 90 kota sudah melakukan gerakan tersebut melalui berbagai media. Termasuk bekerjasama dengan ormas-ormas yang tergabung dalam TKR.

TKR Gugus Tugas juga menjajaki kerjasama dengan aplikasi InaRisk. Jika sudah terealisasi, diharapkan TKR memiliki aplikasi penilaian relawan.

Melalui aplikasi ini kata Andre, para relawan bisa dikerahkan ke level RT dan RW untuk tak bosan-bosan, tak lelah-lelah menganjurkan masyarakat untuk tetap di rumah, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan semua protap penanganan Covid-19.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Voli, SEA Games, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww