Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  SEA Games

Imam Shalat Tarawih Positif Corona, 28 Jamaah Musala Jadi ODP dan Isolasi Mandiri

Imam Shalat Tarawih Positif Corona, 28 Jamaah Musala Jadi ODP dan Isolasi Mandiri
Ilustrasi virus corona. (int)
Kamis, 14 Mei 2020 09:21 WIB
JAKARTA - Sebanyak 28 orang jamaah musala di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, jadi orang dalam pemantauan (ODP), setelah ikut shalat tarawih berjamaah yang diimami O (82). O terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona.

Dikutip dari detik.com, O dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes swab. Namun, tetap nekad menjadi imam salat tarawih di musala di lingkungan tempat tinggalnya.

Putra dari O lebih dulu dinyatakan positif terinfeksi corona setelah tes swab. Namun, pada Kamis (7/5/2020), dia dinyatakan negatif dan bisa pulang dari rumah sakit.

Sesuai prosedur penanganan Corona, O dan istri kemudian menjalani tes swab. Hasilnya, O dinyatakan positif pada Jumat (8/5).

''Dari pihak Puskesmas akan mengambil tindakan (tes swab) dicoba orangtuanya kan usianya sudah tua, 80-an dan 70-an. Pada saat anaknya positif kan pasti kontak langsung, kemudian dilakukan swab dan akhirnya positif,'' ucap Camat Tambora Bambang Sutama ketika dihubungi detikcom, Rabu (13/5/2020).

Namun O menyangkal hasil swab. Dia pun menolak saat akan dibawa pihak Puskesmas Jembatan Besi untuk isolasi di rumah sakit pada Sabtu (9/5).

''Karena dirinya (merasa) sehat (tidak bergejala) dan akhirnya dia bilang, 'Saya ini gejala tifus'. Jadi dia itu nggak yakin apa yang disampaikan oleh dokter,'' ucap Bambang.

O yang merupakan ketua RW dan tokoh masyarakat, tetap menjalankan shalat Tarawih berjamaah di musala. Dia sering menjadi imam di Musala Baitul Muslimin.

''Imam aslinya mah sebenarnya ada juga, cuma bergantian saja sama Pak RW (O) ini, kadang-kadang shalat Tarawih-nya (dipimpin) imam aslinya, terus (salat) witir-nya gantian, mungkin salat Isya-nya dia (O), terus Tarawih-nya ganti (imam),'' kata Bambang.

Sebanyak 28 jamaah yang menjadi makmum-nya kemudian dinyatakan sebagai ODP dan harus menjalani isolasi mandiri.

''Di rumah (masing-masing), isolasi mandiri,'' ujar Lurah Jembatan Besi Tarcius Iwan, ketika dihubungi terpisah.

Ke 28 jamaah tersebut sudah menjalani tes swab pada Ahad (10/5). Namun Tarcius enggan berkomentar banyak mengenai hasil tes swab.

Sementara Kepala II Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Catur Laswanto, meminta masyarakat mematuhi fatwa Majelis Ulama Indonesia soal ibadah di rumah saat wabah virus corona.

''Masyarakat seharusnya mematuhi fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 yang pada intinya agar masyarakat tidak melaksanakan ibadah berjamaah di masjid atau tempat umum lainnya, selama pandemi Covid-19 masih terus berlangsung,'' harap Catur Laswanto.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:SEA Games
wwwwww