Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Peristiwa
19 jam yang lalu
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
2
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
Politik
20 jam yang lalu
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
3
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
19 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
4
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
Politik
19 jam yang lalu
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
5
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
Hukum
20 jam yang lalu
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
6
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Kesehatan
19 jam yang lalu
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Rp500 Juta Ditolak, Anggota DPRD Naikkan Sogokan kepada Korban Pemerkosaan Jadi Rp1 Miliar

Rp500 Juta Ditolak, Anggota DPRD Naikkan Sogokan kepada Korban Pemerkosaan Jadi Rp1 Miliar
Ilustrasi korban pemerkosaan. (int)
Kamis, 14 Mei 2020 08:45 WIB
GRESIK - Anggota DPRD Gresik, Jawa Timur, NH, menaikkan nilai sogokan kepada MD (16), gadis korban pemerkosaan, menjadi Rp1 miliar, setelah tawaran sebelumnya sebesar Rp500 juta ditolak.

Dikutip dari Kompas.com, kakak korban berinisial C, mengungkapkan, rumah kontrakannya kembali didatangi NH pada Jumat (1/5/2020) siang. NH kembali menawarkan iming-iming uang agar kasus pemerkosaan yang dilakukan temannya berinisial SG (50) terhadap MD tidak dilanjutkan ke proses hukum.

''Pak NH ke rumah saya sendiri menemui ibu. Malah dinaikkan Rp1 miliar kalo ibu mau, katanya adik saya akan diajak ke notaris. Katanya uang itu dari pelaku, tapi lewat Pak NH. Niatnya memberi solusi, bilangnya gitu,'' terangnya seperti dilansir dari Surya.co.id, Senin (11/5/2020).

Sementara itu, NH saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Hal itu dilakukan atas inisiatifnya sendiri agar kasus pemerkosaan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

''Semua ini karena bentuk keprihatinan saya terhadap keluarga korban MD supaya punya rumah sendiri dan bayinya punya masa depan. Saya lancang sendiri, tidak disuruh tersangka untuk menjanjikan seperti itu.Karena keluarga korban tidak setuju, saya juga tidak jadi menyampaikan ke keluarga tersangka,'' terangnya.

Meski demikian, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Sebab, sebelumnya kasus itu sudah dilaporkan oleh pihak keluarga korban kepada kepolisian.

Setelah upaya mediasi yang dilakukan tersebut tidak ada titik temu, ia mengaku sudah tidak melakukan komunikasi dengan pihak tersangka maupun keluarga korban.

Sebelumnya diberitakan, seorang gadis berusia 16 tahun di Gresik, Jawa Timur, berinisial MD menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan saudara ibunya, SG (50).

Pemerkosaan itu berlangsung selama satu tahun, sejak awal Maret 2019 hingga April 2020. Akibatnya, MD kini hamil 7 bulan.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Hukum, Peristiwa

wwwwww