Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
17 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  SEA Games

Keluarga Menolak, Jenazah Pasien Positif Covid-19 di Dimakamkan Tanpa Prokol Keamanan

Keluarga Menolak, Jenazah Pasien Positif Covid-19 di Dimakamkan Tanpa Prokol Keamanan
Pemakaman pasien Covid-19 dengan protokol keamanan. (int)
Jum'at, 15 Mei 2020 09:53 WIB
PALEMBANG - Pemakaman jenazah seorang pasien positif Covid-19 di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, tanpa protokol keamanan, karena pihak keluarga menolak.

Dikutip dari Republika.co.id, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan, Yusri, mengatakan, pasien berusia 78 tahun itu meninggal pada 12 Mei 2020.

''Manula yang tercatat sebagai kasus 368 di Sumsel itu baru dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab,'' ujar Yusri, Kamis (14/5).

Sebelumnya, Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya mengatakan, pasien kasus 368 melakukan rapid test di RS Fadhilah. Setelah hasilnya positif, korban dibawa ke RSUD Prabumulih untuk tes swab.

Namun, saat di RSUD Prabumlih, keluarga memaksa kasus 368 dipulangkan karena kondisi cukup sehat. Pada saat itu, petugas berupaya mempertahankan pasien.

Sembilan hari kemudian atau pada 12 Mei, kasus 368 meninggal dunia, lalu dimakamkan di TPU Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur tanpa protokol keamanan Covid-19. 

Puskesmas setempat telah mengarahkan pemakaman harus sesuai dengan protokol keamanan karena kasus 368 meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP). Namun, ditolak keluarga.

Gugus Tugas Prabumulih baru menerima hasil swab pada Rabu (13/5) malam yang menyatakan almarhumah positif Covid-19. 

''Tim medis sudah melacak siapa saja yang sempat berkontak dengan almarhumah, kemudian tim akan melakukan rapid test,'' kata Ridho Yahya.

Kasus 368 menjadi temuan kedelapankalinya orang yang meninggal sebelum dinyatakan posiitif Covid-19 dari total 10 kasus meninggal di Sumsel. Dua kasus lainnya meninggal dalam perawatan tim medis.

Ia menyebutkan 10 kasus meninggal di Sumsel tersebar di Kota Palembang (2 orang), Prabumulih (2 orang), serta Banyuasin, OKU Timur, OKI, Musi Rawas, Ogan Ilir, dan Muara Enim masing-masing 1 orang. Berdasarkan data harian Sumsel, kasus sembuh masih jauh lebih banyak, yakni 73 orang dari 441 total kasus per 14 Mei.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Olympic, SEA Games
wwwwww