Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
23 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
15 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
16 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
16 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
21 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Pandemi Covid-19, Harga Gabah Mei 2020 Anjlok

Pandemi Covid-19, Harga Gabah Mei 2020 Anjlok
Gabah. (Ilustrasi: Ist.)
Jum'at, 15 Mei 2020 15:49 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, Muslim mengungkapkan, ada potensi guncangan ekonomi lantaran anjlokya harga gabah hasil panen raya tahun ini.

32 persen dari total panen gabah saat ini dijual di bawah Rp 4200 atau di bawah harga Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Angka 32 persen ini adalah peringatan manakala nanti sampai di atas 50 persen maka statusnya menjadi 'awas'.

"Kalau ini terus berlanjut, maka akan terjadi keguncangan ekonomi," analisa Muslim yang dikutip dari siaran persnya, Jumat (15/5/2020).

Data bahwa jumlah petani dan luas lahan pertanian terus berkurang dari tahun ke tahun juga mesti terus dicarikan solusi. Muslim berharap, ketidaksejahteraan petani akibat murahnya harga jual dan minimnya lahan pertanian, tidak semakin memperburuk kondisi ekonomi pangan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww