Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Cegah Penularan Covid-19 di Papua, Hanura Desak Pemerintah Tutup PT Freeport

Cegah Penularan Covid-19 di Papua, Hanura Desak Pemerintah Tutup PT Freeport
Minggu, 17 Mei 2020 16:43 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - DPP Partai Hanura, mendesak pemerintah untuk segera menutup sementara operasional PT Freeport.

Desakan ini diungkapkan Korwil VIII DPP Hanura Mervin Komber. Alasanya kata Mervin, tingginya angka positif Covid-19 di Kabupaten Mimika sebagian berasal dari para pekerja PT Freeport Indonesia.

"Berdasarkan data yang per tanggal 13 Mei 2020, jumlah kasus positif di Papua itu mencapai 327 kasus, dan 115 kasus positif itu berasal dari PT Freeport," ujarnya, Minggu (17/5/2828).

Pemerintah kata Mervin, harus benar-benar memperhatikan persoalan Covid-19 yang terjadi di wilayah pertambangan PT Freeport Indonesia. Mervin juga meminta, agar semua pihak memahami munculnya desakan penutupan PT Freeport Indonesia.

"Desakan ini merupakan aspirasi, yang didasari kekhawatiran Pemerintah Daerah agar Corona tidak menyebar lebih parah ke masyarakat khususnya ke Masyarakat Papua," tandasnya.

Selain itu, Mervin juga meminta pemerintah dan manajemen PT Freeport untuk melakukan Rapid Test kepada semua karyawan. "Setelah didapatkan hasilnya maka pisahkan yang reaktif. Yang positif harus segera di karantina," tegasnya.

Alumni UNCEN ini berharap, manajemen PT Freeport segera bertindak mengatasi persoalan yang terjadi di tengah pandemi Covid-19. "Jadi, tolong jangan hanya mementingkan operasional produktivitas tetapi juga wajib memperhatikan kesehatan dari para pekerja," pungkas mantan Ketua BK DPD RI itu. ***

wwwwww