Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
8 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
16 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
16 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
11 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
14 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Ketua MPR Apresiasi Polri, Gagalkan Kembali Peredaran Narkotika Jenis Sabu Hampir Setengah Ton
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua MPR Apresiasi Polri, Gagalkan Kembali Peredaran Narkotika Jenis Sabu Hampir Setengah Ton
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Ambulans Bawa Pasien Reaktif Corona Dihadang Warga, Baru Bisa Lewat Setelah Polisi Tiba

Ambulans Bawa Pasien Reaktif Corona Dihadang Warga, Baru Bisa Lewat Setelah Polisi Tiba
Mobil ambulans membawa pasien reaktif ke rumah karantina Wisma Wanagama di kawasan hutan Wanagama, Desa Banaran, Playen. (suharjono/sindonews.com)
Jum'at, 22 Mei 2020 15:35 WIB
GUNUNGKIDUL - Mobil ambulans yang membawa pasien reaktif virus corona hasil rapid test menuju kawasan hutan Wanagama dihadang warga Desa Banaran, Playen, Gunungkidul, Jumat (22/5/2020) pagi.

Dikutip dari sindonews.com, Ketua PMI Gunungkidul Iswandoyo mengatakan, ambulans milik PMI yang membawa pasien usai menjalani swab di rumah sakit itu tidak dibolehkan warga melalui jalan utama di desa tersebut.

Warga beralasan, karena berdasarkan kesepakatan, pasien yang dikarantina di Wanagama harus melalui jalur kawasan hutan blunder.

''Jadi mobil sempat tertahan. Akhirnya, kami meminta bantuan polisi dan akhirnya diizinkan lewat,'' terangnya kepada wartawan di Wonosari Jumat (22/5/2020).

Dijelaskannya, pihaknya memang terpaksa tidak melalui jalur kesepakatan antara gugus tugas penanganan Covid-19 Pemkab Gunungkidul bersama pihak Desa Banaran. Hal ini karena jalurnya cukup ekstrem sehingga bisa membahayakan pasien dan juga pengemudi ambulans.

''Karena pertimbangan jalur yang curam, maka kami meminta ambulans tetap melalui jalur utama. Terlebih lagi itu bukan jalan desa, namun jalan kabupaten,'' katanya.

Penghadangan mobil ambulans yang membawa pasien juga disesalkan Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih. Dia berharap, masyarakat bisa memahami dan menyadari dengan kondisi saat ini.

''Kami berharap semua memiliki empati dan juga semangat kebersamaan. Jadi kami meminta warga Desa Banaran membolehkan akses jalan,'' ulasnya.

Menurutnya, dengan hal ini, dia yakin bahwa sudah ada standar penanganan atau dikenal dengan protokol Covid-19. ''Jadi semua menggunakan prosedur, warga tidak perlu takut. Mari kita jaga bersama dengan sifat gotong royong. Semua demi kemanusiaan dan bagaimana agar pandemi segera berakhir,'' katanya.

Menurut Endah, kasus ini semestinya harus disikapi dengan arif dan bijaksana. ''Gugus tugas juga harus melakukan gerakan penyadaran agar pola penanganan bisa sesuai dengan rencana dan juga prosedur,'' pungkasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Peristiwa, Kesehatan

wwwwww