Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
Ekonomi
21 jam yang lalu
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
2
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
Umum
7 jam yang lalu
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
3
Kompetisi Video 'AXIS Serunya Budayaku', SMK Asal Bangka Menangi Hadiah Rp 50 Juta
Pendidikan
24 jam yang lalu
Kompetisi Video AXIS Serunya Budayaku, SMK Asal Bangka Menangi Hadiah Rp 50 Juta
4
Bertambah 1.671, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 74.018 Orang
Kesehatan
21 jam yang lalu
Bertambah 1.671, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 74.018 Orang
5
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
Internasional
18 jam yang lalu
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
6
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
2 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Penyerang Polsek Daha Selatan yang Tewaskan Seorang Polisi Bawa Selembar Surat, Ini Isinya

Penyerang Polsek Daha Selatan yang Tewaskan Seorang Polisi Bawa Selembar Surat, Ini Isinya
Mobil patroli Polsek Daha Selatan, Kalimatan Selatan Dibakar. (liputan6.com)
Senin, 01 Juni 2020 20:41 WIB
BANJARMASIN - Penyerang Polsek Daha Selatan, Polres Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Senin (1/6/2020) dini hari, yang menewaskan seorang anggota polisi, diduga pendukung kelompok ISIS.

Dikutip dari Liputan6.com, pelaku penyerangan yang bernama Ana Abdurrahman itu membawa atribut yang indentik dengan simbol kelompok teroris, ISIS. Ditemukan dokumen-dokumen beridentitas ISIS seperti syal dan ID Card ISIS, serta selembar surat bertulis tangan yang disimpan di tas pinggang. Surat itu ternyata pesan untuk targetnya.

Dari gambar yang diterima Liputan6.com, melalui surat itu, Ana Abdurrahman menjelaskan maksud kedatangannya ke Polsek Daha Selatan.

''Hari ini aku telah datang, dan memerangi kalian (Thoghut). Dan pesanku untuk ikhwan di mana pun berada bangun dan sadarlah. Jihad ini tak akan pernah henti sampai kiamat sekalipun. Maka bangun dan sadarlah dari tidur yang panjang ini,'' bunyi tulisan pada kertas tersebut, seperti dikutip Liputan6.com, Senin (1/6).

Pria tersebut belum berkeluarga. Dia sempat pamit kepada orangtuanya sebelum melakukan aksinya.

Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Mochamad Rifai belum banyak merinci kasus tersebut.

Dituturkannya, dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui sempat menitipkan uang pemakaman sebelum menyerang Polsek.

''Pelaku sebelum melakukan aksinya pamit kepada orang tuanya dan memberikan uang Rp1,8 juta untuk biaya pemakamannya,'' tutur Rifai saat dikonfirmasi, Senin (1/6).

''Pelaku masih bujangan,'' jelas Rifai.

Kronologis Penyerangan

Peristiwa penyerangan itu terjadi saat proses jaga malam oleh tiga petugas. Mendadak datangi orang tidak dikenal yang membawa senjata tajam jenis katana, sekitar pukul 02.15 Wita.

Bripda Azmi yang saat itu berada di ruang Unit Reskrim mendengar keributan di ruang SPKT.

Saat tiba di lokasi, dia terkejut melihat Brigadir Leonardo sudah mengalami luka bacok senjata tajam. Dia lantas meminta tolong kepada Brigadir Djoman.

Pelaku yang melihat dua anggota polisi itu, kembali melakukan penyerangan. Bripda Azmi yang berhasil lolos langsung lari ke ruang Intel Binmas dan meminta bantuan Polres Hulu Sungai Selatan. Sementara Brigadir Djoman turut menjadi korban penyerangan.

Orang tidak dikenal itu bersembunyi di ruang Unit Reskrim Polsek Daha Selatan. Pelaku menolak menyerahkan diri dan tetap melakukan perlawanan. Polisi mengambil tindakan.

'Dilumpuhkan dan meninggal dunia di rumah sakit,'' ucap Rifai.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Hukum, Peristiwa

wwwwww