Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
11 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
12 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
8 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
9 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

Setelah Bunuh Kepala Puskesmas dan Pegawai Diskes, OPM Mutilasi Petani Yunus Sani

Setelah Bunuh Kepala Puskesmas dan Pegawai Diskes, OPM Mutilasi Petani Yunus Sani
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto. (kompas.com)
Senin, 01 Juni 2020 11:44 WIB
JAYAPURA - Anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menembak dan memutilasi Yunus Sani (40), Jumat (29/5/2020), di Kampung Megataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Pembunuhan dan mutilasi terhadap warga asli Papua yang bekerja sebagai petani kebun itu hanya berselang sepekan setelah aksi keji OPM membunuh Kepala Puskesmas Kampung Wandai, Ale Melik Bogau dan pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya, Heniko Somau.

Dikutip dari Merdeka.com, informasi tentang mutilasi Yunus Sani diungkapkan Niko Wakey, seorang Pastur Gereja Mbegulo. Bermula ketika Niko sedang mengantar anaknya dari Enarotali ke Kampung Mbegulo. Namun, di tengah perjalanan di Kampung Megataga, Distrik Wandai terdengar bunyi tembakan kurang lebih sebanyak 8 kali.

Setelah bunyi tembakan reda Niko melihat anggota KKSB atau OPM turun dari Kampung Magataga dan menghampiri dirinya.

''Saat menghampiri saya, KKSB atau OPM tersebut menyampaikan bahwa telah membunuh korban Yunus Sani,'' kata Niko berdasarkan rilis Pendam Cenderawasih.

Setelah KKSB atau OPM pergi, Niko menghampiri korban Yunus yang telah dibungkus dengan karung.

Terkait hal tersebut, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan, mereka seakan menebar virus mencabut di bumi Papua.

''Ini sangat biadab, tidak benar. Apapun alasan mereka, tidak dibenarkan tindakan penembakan dan mutilasi warga sipil di Papua,'' kata Eko.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Beladiri, Olympic, Nasional
wwwwww