Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
20 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
22 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
18 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
20 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Voli

Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi

Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
Selasa, 02 Juni 2020 19:34 WIB
JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sukses menangkap dua tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono berkat bantuan masyarakat, Senin malam (1/6).

Hal itu diungkapkan mantan Komisioner KPK, Bambang Widjojanto. BW biasa disapa mengatakan, penyidik KPK yang dipimpin oleh penyidik senior Novel Baswedan berhasil menangkap buronan KPK, Nurhadi dan Rezky Herbiyono.

"Bravo. Binggo. Siapa Nyana. Novel Baswedan pimpin sendiri operasi dan berhasil bekuk buronan KPK, Nurhadi mantan Sekjen MA di Simprug yang sudah lebih dari 100 hari DPO. Kendati matanya dirampok penjahat yang "dilindungi" tapi mata batin, integritas, dan keteguhannya tetap memukau. Ini baru keren," kata BW di akun twitternya @sosmedbw, Selasa (2/6/2020).

Bahkan, BW menyebut KPK berhasil menangkap Nurhadi atas bantuan ketua RT setempat di lokasi penangkapan.

"Pintu gerbang dan rumah terpaksa dibongkar, karena sejak diketuk jam 21.30 tidak dibuka juga. Penyidik KPK, atas dasar info dari rakyat ditemani RT sukses geledah rumah DPO KPK di Simprug yang gelap gulita, temukan 2 DPO juga 1 orang lain yang selalu mangkir jika dipanggil KPK," sambung BW.

Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango membenarkan pihaknya meminta bantuan Ketua RT setempat untuk melakukan pembongkaran paksa gerbang dan pintu rumah yang ditempati Nurhadi dan keluarganya.

"Iya pintu tidak dibuka, KPK koordinasi dengan RT setempat untuk buka paksa agar disaksikan, baru kemudian dibuka paksa," kata Nawawi kepada wartawan, Selasa (2/6).***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Olympic, Beladiri, Voli, DKI Jakarta
wwwwww