Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
23 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
2
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Ekonomi
24 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
3
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
24 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
4
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
Ekonomi
20 jam yang lalu
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
5
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
Umum
7 jam yang lalu
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
6
Kompetisi Video 'AXIS Serunya Budayaku', SMK Asal Bangka Menangi Hadiah Rp 50 Juta
Pendidikan
23 jam yang lalu
Kompetisi Video AXIS Serunya Budayaku, SMK Asal Bangka Menangi Hadiah Rp 50 Juta
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi

Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
Selasa, 02 Juni 2020 19:34 WIB
JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sukses menangkap dua tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono berkat bantuan masyarakat, Senin malam (1/6).

Hal itu diungkapkan mantan Komisioner KPK, Bambang Widjojanto. BW biasa disapa mengatakan, penyidik KPK yang dipimpin oleh penyidik senior Novel Baswedan berhasil menangkap buronan KPK, Nurhadi dan Rezky Herbiyono.

"Bravo. Binggo. Siapa Nyana. Novel Baswedan pimpin sendiri operasi dan berhasil bekuk buronan KPK, Nurhadi mantan Sekjen MA di Simprug yang sudah lebih dari 100 hari DPO. Kendati matanya dirampok penjahat yang "dilindungi" tapi mata batin, integritas, dan keteguhannya tetap memukau. Ini baru keren," kata BW di akun twitternya @sosmedbw, Selasa (2/6/2020).

Bahkan, BW menyebut KPK berhasil menangkap Nurhadi atas bantuan ketua RT setempat di lokasi penangkapan.

"Pintu gerbang dan rumah terpaksa dibongkar, karena sejak diketuk jam 21.30 tidak dibuka juga. Penyidik KPK, atas dasar info dari rakyat ditemani RT sukses geledah rumah DPO KPK di Simprug yang gelap gulita, temukan 2 DPO juga 1 orang lain yang selalu mangkir jika dipanggil KPK," sambung BW.

Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango membenarkan pihaknya meminta bantuan Ketua RT setempat untuk melakukan pembongkaran paksa gerbang dan pintu rumah yang ditempati Nurhadi dan keluarganya.

"Iya pintu tidak dibuka, KPK koordinasi dengan RT setempat untuk buka paksa agar disaksikan, baru kemudian dibuka paksa," kata Nawawi kepada wartawan, Selasa (2/6).***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, DKI Jakarta

wwwwww