Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
23 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
4 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Home  /  Berita  /  Beladiri

Wow... Sejak Idham Aziz jadi Kapolri, 7 Ton Lebih Narkoba Diamankan Senilai Rp840 Miliar

Wow... Sejak Idham Aziz jadi Kapolri, 7 Ton Lebih Narkoba Diamankan Senilai Rp840 Miliar
Jum'at, 05 Juni 2020 16:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Jajaran Polri berhasil mengungkap penyelundupan sabu seberat 402 kilogram di sebuah rumah di Villa Taman Anggrek, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (3/6).

Keberhasilan Polri ini, berbuah apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Adies Kadir. Bagi politisi Partai Golkar ini, Polri telah menyelamatkan jutaan generasi muda penerus bangsa dari ancaman narkoba yang disebutkan berasal dari Iran.

"Terima kasih kepada Kapolri Jenderal Idham Azis yang telah berhasil membongkar jaringan narkotika internasional," ungkap Adies Kadir kepada wartawan, Jumat (5/6).

Prestasi itu bukan kali pertama. Kata Adies, sejak menjabat sebagai Kapolri, Jenderal Idham sukses mengungkap kasus narkoba yang bernilai ratusan miliar rupiah.

"Sejak beliau menjabat dari Januari 2020 sampai saat ini, sudah mengungkap kasus jaringan narkoba internasional sebanyak 7 ton atau senilai Rp 840 M," katanya.

Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI menyebutkan, jika saja narkoba itu tidak terungkap. Tidak bisa dibayangkan masa depan generasi muda pada khususnya yang menjadi sasaran peredaran.

"Bayangkan kalau 1 kg narkotika bisa dipakai untuk 4000 orang, berarti sekitar 20 juta orang generasi penerus bangsa ini telah diselamatkan Polri dari bahaya laten narkotika selama bulan Januari 2020 sampai saat ini,” jelasnya.

Adies pun meminta penegak hukum untuk tidak ragu memberikan hukuman mati pada pelaku peredaran narkoba. Pasalnya, peredaran barang haram itu bukan terjadi hanya sekali di Indonesia.

"Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah, untuk jangan ragu-ragu lagi menghukum mati para bandar narkotika ini. Aparat hukum terkait seperti BNN, Kejaksaan, Pengadilan, harus betul-betul ikut mengawal hasil tangkapan dari Polri ini,” pungkasnya.***

wwwwww