Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
DPR RI
17 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
2
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
Politik
5 jam yang lalu
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
3
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
DPR RI
15 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
4
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Nasional
15 jam yang lalu
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
5
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
Politik
4 jam yang lalu
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
6
Tuduh Santri Calon Teroris, Pimpinan Ponpes Daarul Ilmi Tuntut Denny Siregar Dipenjarakan
Peristiwa
22 jam yang lalu
Tuduh Santri Calon Teroris, Pimpinan Ponpes Daarul Ilmi Tuntut Denny Siregar Dipenjarakan
Home  /  Berita  /  Hukum

Wow... Sejak Idham Aziz jadi Kapolri, 7 Ton Lebih Narkoba Diamankan Senilai Rp840 Miliar

Wow... Sejak Idham Aziz jadi Kapolri, 7 Ton Lebih Narkoba Diamankan Senilai Rp840 Miliar
Jum'at, 05 Juni 2020 16:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Jajaran Polri berhasil mengungkap penyelundupan sabu seberat 402 kilogram di sebuah rumah di Villa Taman Anggrek, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (3/6).

Keberhasilan Polri ini, berbuah apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Adies Kadir. Bagi politisi Partai Golkar ini, Polri telah menyelamatkan jutaan generasi muda penerus bangsa dari ancaman narkoba yang disebutkan berasal dari Iran.

"Terima kasih kepada Kapolri Jenderal Idham Azis yang telah berhasil membongkar jaringan narkotika internasional," ungkap Adies Kadir kepada wartawan, Jumat (5/6).

Prestasi itu bukan kali pertama. Kata Adies, sejak menjabat sebagai Kapolri, Jenderal Idham sukses mengungkap kasus narkoba yang bernilai ratusan miliar rupiah.

"Sejak beliau menjabat dari Januari 2020 sampai saat ini, sudah mengungkap kasus jaringan narkoba internasional sebanyak 7 ton atau senilai Rp 840 M," katanya.

Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI menyebutkan, jika saja narkoba itu tidak terungkap. Tidak bisa dibayangkan masa depan generasi muda pada khususnya yang menjadi sasaran peredaran.

"Bayangkan kalau 1 kg narkotika bisa dipakai untuk 4000 orang, berarti sekitar 20 juta orang generasi penerus bangsa ini telah diselamatkan Polri dari bahaya laten narkotika selama bulan Januari 2020 sampai saat ini,” jelasnya.

Adies pun meminta penegak hukum untuk tidak ragu memberikan hukuman mati pada pelaku peredaran narkoba. Pasalnya, peredaran barang haram itu bukan terjadi hanya sekali di Indonesia.

"Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah, untuk jangan ragu-ragu lagi menghukum mati para bandar narkotika ini. Aparat hukum terkait seperti BNN, Kejaksaan, Pengadilan, harus betul-betul ikut mengawal hasil tangkapan dari Polri ini,” pungkasnya.***


wwwwww