Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kata Hetifah tentang PJJ 'Hybrid'
DPR RI
21 jam yang lalu
Kata Hetifah tentang PJJ Hybrid
2
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
2 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
3
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
11 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
4
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi 'Online' Jadi Perusahaan Transportasi
Politik
9 jam yang lalu
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi Online Jadi Perusahaan Transportasi
5
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Peristiwa
9 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
6
Permintaan CSR ke Inalum, Pimpinan DPR: Sudah Sesuai Peraturan Perundangan
Politik
9 jam yang lalu
Permintaan CSR ke Inalum, Pimpinan DPR: Sudah Sesuai Peraturan Perundangan
Home  /  Berita  /  Internasional

Sungguh Berani, Mantan Bintang Sepakbola China Serukan Pembubaran Partai Komunis

Sungguh Berani, Mantan Bintang Sepakbola China Serukan Pembubaran Partai Komunis
Hao Haidong. (tempo.co)
Jum'at, 05 Juni 2020 15:50 WIB
BEIJING - Tindakan sungguh berani dilakukan mantan bintang sepakbola China, Hao Haidong. Pria berusia 50 tahun itu menyerukan pembubaran Partai Komunis China.

Dikutip dari Tempo.co, seruan itu disampaikan Hao Haidong saat peringatan tragedi Tiananmen pada Kamis (4/6/2020). Hao berbicara soal ini lewat akun YouTube konglomerat buron, Guo Wengui. Guo dikenal dekat dengan bekas penasihat Gedung Putih pendukung Presiden Donald Trump, Steve Bannon.

''Saya pikir rakyat China seharusnya tidak ditindas oleh Partai Komunis China lagi. Saya pikir Partai Komunis harus ditendang ke luar. Ini adalah kesimpulan saya setelah 50 tahun hidup,'' kata Hao seperti dilansir Reuters, pada 4 Juni 2020.

Hao Haidong merupakan pemain sepakbola terkenal di China pada 1990 – 2000. Dia pernah memperkuat Timnas China selama lebih dari 100 kali. Dia juga membawa China mencapai putaran final Piala Dunia pada 2002.

Dia sekarang tinggal di Spanyol dan berbicara selama 53 menit dalam wawancara video. Hao Haidong muncul bersama istrinya, Ye Zhaoying, dalam wawancara itu.

Kamis kemarin merupakan peringatan 31 tahun penindasan demonstrasi mahasiswa di Lapangan Tiananmen oleh China.

Pada 1989 itu, mahasiswa China mendesak diterapkannya sistem demokrasi untuk menggantikan sistem totaliter satu partai yang dipimpin Partai Komunis China.

Soal ini, kementerian luar negeri China belum mengomentari. Hao Haidong juga dikenal kritis mengomentari berbagai isu termasuk elite sepakbola China.

Ini membuatnya mendapat julukan 'Cannon Hao'. Namun, dia belum pernah mengritik Partai Komunis China sebelumnya atau mengaitkannya dengan peringatan insiden Tiananmen.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Politik, Internasional

wwwwww