Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
24 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
24 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
5 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Basket

Sungguh Berani, Mantan Bintang Sepakbola China Serukan Pembubaran Partai Komunis

Sungguh Berani, Mantan Bintang Sepakbola China Serukan Pembubaran Partai Komunis
Hao Haidong. (tempo.co)
Jum'at, 05 Juni 2020 15:50 WIB
BEIJING - Tindakan sungguh berani dilakukan mantan bintang sepakbola China, Hao Haidong. Pria berusia 50 tahun itu menyerukan pembubaran Partai Komunis China.

Dikutip dari Tempo.co, seruan itu disampaikan Hao Haidong saat peringatan tragedi Tiananmen pada Kamis (4/6/2020). Hao berbicara soal ini lewat akun YouTube konglomerat buron, Guo Wengui. Guo dikenal dekat dengan bekas penasihat Gedung Putih pendukung Presiden Donald Trump, Steve Bannon.

''Saya pikir rakyat China seharusnya tidak ditindas oleh Partai Komunis China lagi. Saya pikir Partai Komunis harus ditendang ke luar. Ini adalah kesimpulan saya setelah 50 tahun hidup,'' kata Hao seperti dilansir Reuters, pada 4 Juni 2020.

Hao Haidong merupakan pemain sepakbola terkenal di China pada 1990 – 2000. Dia pernah memperkuat Timnas China selama lebih dari 100 kali. Dia juga membawa China mencapai putaran final Piala Dunia pada 2002.

Dia sekarang tinggal di Spanyol dan berbicara selama 53 menit dalam wawancara video. Hao Haidong muncul bersama istrinya, Ye Zhaoying, dalam wawancara itu.

Kamis kemarin merupakan peringatan 31 tahun penindasan demonstrasi mahasiswa di Lapangan Tiananmen oleh China.

Pada 1989 itu, mahasiswa China mendesak diterapkannya sistem demokrasi untuk menggantikan sistem totaliter satu partai yang dipimpin Partai Komunis China.

Soal ini, kementerian luar negeri China belum mengomentari. Hao Haidong juga dikenal kritis mengomentari berbagai isu termasuk elite sepakbola China.

Ini membuatnya mendapat julukan 'Cannon Hao'. Namun, dia belum pernah mengritik Partai Komunis China sebelumnya atau mengaitkannya dengan peringatan insiden Tiananmen.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Metropolitan, Basket
wwwwww