Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
13 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Pendidikan
13 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
1 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Borneo FC Masih Melihat Perkembangan Covid 19

Borneo FC Masih Melihat Perkembangan Covid 19
Kamis, 25 Juni 2020 19:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SAMARINDA - Borneo FC Samarinda menyambut antusias rencana PSSI melanjutkan Kompetisi Sepakbola  Liga 1 2020. Bila tak ada aral, skuat Pesut Etam kembali berkumpul akhir Juli mendatang.

Rencana tersebut dikemukakan Presiden Borneo FC Nabil Husein Said Amin. Namun, jadwal persiapan yang akan dilakukan masih menunggu kepastian dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

"Sampai saat ini kami masih melihat situasi. Terutama perkembangan Covid-19," ucap Nabil.

Dijelaskan Nabil, sebenarnya kepastian jadwal kumpul tim belum diputuskan. Namun jika kompetisi dilaksanakan September atau Oktober, persiapan bisa dilakukan dua bulan sebelumnya.

"Akhir Juli harus sudah kumpul kalau memang kompetisi dilanjutkan. Tapi bisa saja berubah. Lebih cepat atau lambat," jelasnya.

Selain jadwal kumpul yang belum pasti, tempat berkumpul dan latihan urung ditentukan. Sebab jika kompetisi berpusat di Pulau Jawa, kemungkinan besar program dijalankan tak digeber di Samarinda.

"Jika semua sudah pasti, kami akan bergerak cepat. Saling berkoordinasi antara manajemen dan staf pelatih," pungkasnya. ***


wwwwww