Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
10 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
10 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
5 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
4 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
4 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Basket

Terinfeksi Corona, Istri Didorong Suami dari Lantai 5 Hingga Patah Tulang dan Kritis

Terinfeksi Corona, Istri Didorong Suami dari Lantai 5 Hingga Patah Tulang dan Kritis
Ilustrasi. (liputan6.com)
Kamis, 25 Juni 2020 08:57 WIB
KAIRO - Seorang pria di Kairo, Mesir, ditangkap polisi karena mendorong istrinya dari lantai lima apartemen. Wanita itu didorong suaminya karena terinfeksi virus corona.

Dikutip dari Republika.co.id, pria itu mengaku, sebelum mendorong istrinya hingga jauh, merekabertengkar hebat dan memutuskan untuk berpisah. Ketegangan menjadi lebih buruk ketika dia tahu istrinya mengidap Covid-19.

''Saya takut terinfeksi,'' katanya kepada polisi.

''Istri saya melakukan tiga tes, yang semuanya memastikan dia terinfeksi. Jadi saya memintanya untuk meninggalkan rumah. Tetapi dia menolak, saya mendorongnya,'' kata laki-laki itu dilansir dari Arab News, pada Kamis (25/6).

Akibat insiden itu, perempuan berusia 25 tahun itu dilarikan ke rumah sakit oleh tetangganya. Saat ini kondisinya masih kritis dan mengalami cedera tulang belakang. Sedangkan suaminya, telah ditahan oleh kepolisian setempat.

Penuntutan umum sedang menunggu perempuan itu sadar untuk meminta keterangan. Dia nantinya juga akan langsung masuk dalam ruang karantina.

Konsultan ahli bedah ortopedi di Rumah Sakit Universitas Ain Shams di Kairo, Aly Mazyad, mengatakan rumah sakit telah mendirikan ruang operasi khusus di departemen karantina karena perempuan itu terinfeksi virus corona.

''Infeksinya stabil tetapi dia dalam kondisi kritis dan bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk sepenuhnya pulih,'' kata Mazyad.

Insiden ini menyoroti peningkatan kekerasan dalam rumah tangga selama masa pandemi Covid-19. Kekerasan ini bukan saja terjadi di Mesir tetapi di seluruh dunia.

''Tidak ada jalan-jalan keluar, tidak ada taman umum atau pusat hiburan untuk dikunjungi. Semua keluarga tinggal untuk waktu yang lama di tempat yang sama,'' kata Psikiater Nermeen Geed.

Faktor lain yang berkontribusi terhadap ketegangan domestik ini kata dia, adalah penutupan sekolah, kesepian, masalah keuangan dan kebosanan.

''Kita semua berada dalam satu kapal, melawan musuh yang tidak dikenal. Jadi kita semua harus sepakat tentang bagaimana hidup berdampingan dan menghadapi keadaan ini,'' ungkapnya.-

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Beladiri, Olympic, Basket
wwwwww