Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
18 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
4 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
3 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
4
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
4 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
5
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
4 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
6
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
Kesehatan
4 jam yang lalu
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
Home  /  Berita  /  Umum

Warganet Indonesia Serukan Boikot Produk Unilever, Ini Penyebabnya

Warganet Indonesia Serukan Boikot Produk Unilever, Ini Penyebabnya
Logo baru Unilever berwarna pelangi yang identik dengan warna LGBT. (hops.id)
Jum'at, 26 Juni 2020 11:43 WIB
JAKARTA - Warganet di Indonesia menyerukan pemboikotan produk-produk Unilever. Warganet bahkan telah membuat tagar #BoikotUnilever.

Dikutip dari Sonora.id, ajakan pemboikotan ini terkait dengan dukungan Unilever terhadap kelompok lesbian, gay, bisexsual dan transgender (LGBT).

Perusahaan induk Unilever menyatakan dukungannya terhadap gerakan LGBTQI+. Mereka juga mengubah warna logo U menjadi berwarna pelangi seperti logo LGBTQI+.

Dukungan Unilever tersebut dituliskan pihak Unilever melalui media sosial Instagram @unilever pada 19 Juni 2020.

''Kami berkomitmen membuat kolega LGBTQI+ kami bangga dengan kami. Itu sebabnya kami mengambil tindakan bulan Pride ini,'' tulis Unilever.

''Inisiatif-inisiatif ini hanyalah permulaan. Keragaman kita sebagai manusia membuat kita lebih kuat. Inklusi untuk semua membuat kita lebih baik,'' jelasnya.

Seruan warganet pun ramai di media sosial. Beberapa dari mereka menuliskan ancaman untuk melakukan boikot produk Unilever.

''#BoikotUnilever,'' ucap @rinaluthh.

''Auto ganti ke produk lain, berhenti pakai produk Unilever,'' ungkap @akhwat_1092.

Sekedar diketahui, perusahaan yang berbasis di Belanda ini bahkan sudah menandatangani deklarasi Amsterdam, bergabung dengan Open for Business untuk menunjukkan bahwa Unilever dengan inklusi LGBTQI+ serta meminta Stonewall mengaudit kebijakan dan mengukur tindakan Unilever dalam bidang ini. Stonewall adalah lembaga amal untuk kaum LGBT.***

Editor:hasan b
Sumber:sonora.id
Kategori:Peristiwa, Umum

wwwwww