Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
8 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
8 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
20 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
7 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
7 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  PON

Warganet Indonesia Serukan Boikot Produk Unilever, Ini Penyebabnya

Warganet Indonesia Serukan Boikot Produk Unilever, Ini Penyebabnya
Logo baru Unilever berwarna pelangi yang identik dengan warna LGBT. (hops.id)
Jum'at, 26 Juni 2020 11:43 WIB
JAKARTA - Warganet di Indonesia menyerukan pemboikotan produk-produk Unilever. Warganet bahkan telah membuat tagar #BoikotUnilever.

Dikutip dari Sonora.id, ajakan pemboikotan ini terkait dengan dukungan Unilever terhadap kelompok lesbian, gay, bisexsual dan transgender (LGBT).

Perusahaan induk Unilever menyatakan dukungannya terhadap gerakan LGBTQI+. Mereka juga mengubah warna logo U menjadi berwarna pelangi seperti logo LGBTQI+.

Dukungan Unilever tersebut dituliskan pihak Unilever melalui media sosial Instagram @unilever pada 19 Juni 2020.

''Kami berkomitmen membuat kolega LGBTQI+ kami bangga dengan kami. Itu sebabnya kami mengambil tindakan bulan Pride ini,'' tulis Unilever.

''Inisiatif-inisiatif ini hanyalah permulaan. Keragaman kita sebagai manusia membuat kita lebih kuat. Inklusi untuk semua membuat kita lebih baik,'' jelasnya.

Seruan warganet pun ramai di media sosial. Beberapa dari mereka menuliskan ancaman untuk melakukan boikot produk Unilever.

''#BoikotUnilever,'' ucap @rinaluthh.

''Auto ganti ke produk lain, berhenti pakai produk Unilever,'' ungkap @akhwat_1092.

Sekedar diketahui, perusahaan yang berbasis di Belanda ini bahkan sudah menandatangani deklarasi Amsterdam, bergabung dengan Open for Business untuk menunjukkan bahwa Unilever dengan inklusi LGBTQI+ serta meminta Stonewall mengaudit kebijakan dan mengukur tindakan Unilever dalam bidang ini. Stonewall adalah lembaga amal untuk kaum LGBT.***

Editor:hasan b
Sumber:sonora.id
Kategori:Olympic, PON
wwwwww