Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Voli

Percepat Pemulihan Ekonomi saat Pandemi, Fadel Minta Pemerintah Turunkan Bunga Bank

Percepat Pemulihan Ekonomi saat Pandemi, Fadel Minta Pemerintah Turunkan Bunga Bank
Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad.
Senin, 06 Juli 2020 21:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad meminta pemerintah segera membantu pelaku usaha UMKM dengan menurunkan bunga bank 1 persen. Stimulus tersebut akan pemulihan ekonomi akibat Covid-19 berjalan lebih cepat.

"Bila pemerintah mau mengambil sikap seperti itu, saya yakin pemulihan ekonomi tidak akan sampai 3 (tiga) tahun seperti yang diprediksikan," katanya saat 'Diskusi Empat Pilar' dengan tema "Adaptasi New Normal", di Media Center, Komplek Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/7).

Menurut Senator asal Gorontalo itu, saat ini hampir semua penguasaha dalam keadaan yang sulit dan tidak likuid. Tanpa adaya keberanian dari pemerintah memberi subsidi, maka perekonomian tidak likuid. "Bila tidak likuid maka pasti kita akan mengalami kesulitan," ujarnya. 

Fadel memperkirakan, pemerintah hanya perlu dana Rp 200 triliun untuk menyuntik bunga bank. Namun, perekonomian nasional akan segera pulih dalam waktu singkat. 

Dalam kesempatan itu, eks Ketua Komisi Bidang Keuangan DPR RI itu menceritakan tentang upayanya menurunkan bunga bank dari 22 persen menjadi 11 persen. Dengan penurunan itu, perekonomian bisa lebih cepat bergeliat. "Itu saya yang punya ide. Saat itu harus berbicara dengan Menteri Keuangan dan membahas dengan anggota Komisi XI. Dalam pertemuan-pertemuan yang ada kita dorong agar ada subsidi bunga bank," katanya.

Diungkapkan saat itu pemerintah tidak berani mengeluarkan subsidi untuk bunga bank sebab selama ini yang ada adalah subsidi listrik, subsidi BBM, dan subsidi lainnya. Namun setelah melalui proses akhirnya turun juga subsidi bunga bank sebesar Rp16, 8 triliun. Saat ini bunga bank disebut sebesar tinggal 7 persen.

Poin Penting Hadapapi New Normal

Selain pemulihan ekonomi, Fadel Muhammad juga menilai ada beberapa poin penting bagi masyarakat dalam menghadapi era Normal Baru yang harus diperhatikan. Pertama, menurut dia, dari sisi psikologi, Normal Baru membuat tiap orang semakin bersih dan pergi kemanapun menggunakan masker dan selalu menjaga kesehatan.

"Jadi orang menggunakan masker, cuci tangan, menjaga kebersihan setiap saat. Saya kira itu yang harus ada, jadi kalau kami jaga seperti ini, kami akan bertahan, itu dampak psikologisnya," kata Fadel.

Kedua menurut dia, terkait kesehatan, masyarakat Indonesia saat ini tanpa sadar sangat terbiasa dengan meningkatkan kesehatan tubuh. Dia mengatakan, dirinya memperhatikan vitamin banyak dikonsumsi dan masyarakat semakin rajin berolahraga. "Jadi kesehatan menjadi faktor yang sangat utama saat ini dalam menghadapi era Normal Baru," ujarnya.

Poin ketiga menurut dia, dari sisi teknologi, di era Normal Baru penggunaan perkembangan teknologi sangat diperlukan, misalnya mengukur pemberian gaji seseorang tidak dengan menggunakan tolak ukur kehadiran namun dengan produktivitas dan inovasi yang diberikan.

Dia menjelaskan, di beberapa negara seperti Prancis dan Amerika Serikat sudah menerapkan sistem produktivitas dan inovasi dalam mengukur tingkat kehadiran seseorang.***

wwwwww