Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terlalu Riskan PB Perpani Tetap Ngotot Singkirkan Tiga Pemanah Elit
Olahraga
23 jam yang lalu
Terlalu Riskan PB Perpani Tetap Ngotot Singkirkan Tiga Pemanah Elit
2
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
Politik
11 jam yang lalu
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
3
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
DPR RI
6 jam yang lalu
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
4
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
24 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
5
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Peristiwa
24 jam yang lalu
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
6
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
Peristiwa
23 jam yang lalu
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
Home  /  Berita  /  Politik

Rapat di Gedung Merah Putih, Eva Yuliana: Komisi III DPR Jemput Bola ke KPK

Rapat di Gedung Merah Putih, Eva Yuliana: Komisi III DPR Jemput Bola ke KPK
Anggota Komisi III DPR, Eva Yuliana. (Istimewa)
Selasa, 07 Juli 2020 18:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Komisi III DPR menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dan Dewan Pengawas KPK pada Selasa (7/7/2020).

Namun, tak seperti rapat dengar pendapat (RDP) yang biasa dilakukan di gedung DPR. Kali ini, Komisi III menggelar rapat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Kunjungan ini menurut Anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana, dilaksanakan secara langsung sebagai fungsi pengawasan komisi III DPR RI terhadap KPK.

"Kami dari Komisi III ingin jemput bola, melaksanakan fungsi pengawasan di tempat KPK bekerja dan melihat secara langsung pekerjaan KPK, baik itu di bidang pencegahan, penindakan dan lain-lain," kata Eva Yuliana kepada wartawan.

Secara khusus, Eva meminta penjelasan tentang persiapan KPK sendiri terkait peningkatan kualitas dan kapasitas penyidik, menyusul akan segera disahkannya RUU Perjanjian Kerjasama Indonesia-Swiss.

Dalam hal ini, secara khusus bagaimana KPK melacak dan membedah informasi rekening-rekening gendut para terduga pelaku pelanggaran hukum di Indonesia yang disimpan di bank-bank Swiss.

"Perjanjian MLA Ina-Swiss menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum kita untuk melakukan asset recovery dan pengembalian uang negara yang diduga berada di bank-bank swiss, KPK dan penegak hukum lain harus merespon ini dengan mempersiapkan kapasitas penyidiknya supaya prosesnya nanti tidak terhambat," tegas Eva.

Politisi asal Solo ini juga mengapresiasi aplikasi bentukan KPK yakni Jaga Bansos. "Dengan aplikasi ini, KPK bisa segera mengetahui laporan langsung dari masyarakat tentang penyalahgunaan bansos di daerah, dan bisa menindaklanjuti laporan tersebut kepada pemda/lembaga terkait. Ini terobosan pencegahan yang luar biasa dari KPK," tandasnya.

Selain melakukan rapat dengar pendapat, Komisi III DPR kata Eva, juga meninjau langsung ruang pemeriksaan dan area rumah tahanan yang terletak di belakang gedung KPK untuk melihat kondisi rutan, prosedur kunjungan keluarga, dan proses pengamanan area rutan.***


wwwwww