Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Rapat di Gedung Merah Putih, Eva Yuliana: Komisi III DPR Jemput Bola ke KPK

Rapat di Gedung Merah Putih, Eva Yuliana: Komisi III DPR Jemput Bola ke KPK
Anggota Komisi III DPR, Eva Yuliana. (Istimewa)
Selasa, 07 Juli 2020 18:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Komisi III DPR menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dan Dewan Pengawas KPK pada Selasa (7/7/2020).

Namun, tak seperti rapat dengar pendapat (RDP) yang biasa dilakukan di gedung DPR. Kali ini, Komisi III menggelar rapat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Kunjungan ini menurut Anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana, dilaksanakan secara langsung sebagai fungsi pengawasan komisi III DPR RI terhadap KPK.

"Kami dari Komisi III ingin jemput bola, melaksanakan fungsi pengawasan di tempat KPK bekerja dan melihat secara langsung pekerjaan KPK, baik itu di bidang pencegahan, penindakan dan lain-lain," kata Eva Yuliana kepada wartawan.

Secara khusus, Eva meminta penjelasan tentang persiapan KPK sendiri terkait peningkatan kualitas dan kapasitas penyidik, menyusul akan segera disahkannya RUU Perjanjian Kerjasama Indonesia-Swiss.

Dalam hal ini, secara khusus bagaimana KPK melacak dan membedah informasi rekening-rekening gendut para terduga pelaku pelanggaran hukum di Indonesia yang disimpan di bank-bank Swiss.

"Perjanjian MLA Ina-Swiss menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum kita untuk melakukan asset recovery dan pengembalian uang negara yang diduga berada di bank-bank swiss, KPK dan penegak hukum lain harus merespon ini dengan mempersiapkan kapasitas penyidiknya supaya prosesnya nanti tidak terhambat," tegas Eva.

Politisi asal Solo ini juga mengapresiasi aplikasi bentukan KPK yakni Jaga Bansos. "Dengan aplikasi ini, KPK bisa segera mengetahui laporan langsung dari masyarakat tentang penyalahgunaan bansos di daerah, dan bisa menindaklanjuti laporan tersebut kepada pemda/lembaga terkait. Ini terobosan pencegahan yang luar biasa dari KPK," tandasnya.

Selain melakukan rapat dengar pendapat, Komisi III DPR kata Eva, juga meninjau langsung ruang pemeriksaan dan area rumah tahanan yang terletak di belakang gedung KPK untuk melihat kondisi rutan, prosedur kunjungan keluarga, dan proses pengamanan area rutan.***

wwwwww