Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  SEA Games

Makamkan Jenazah Pasien Covid-19 Tanpa Protokol Kesehatan, 209 Warga Jalani Tes Swab

Makamkan Jenazah Pasien Covid-19 Tanpa Protokol Kesehatan, 209 Warga Jalani Tes Swab
Ilustrasi virus corona. (int)
Sabtu, 11 Juli 2020 14:38 WIB
KUKAR - Sebanyak 209 orang di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kertanegara (Kukar) Kalimantan Timur, diharuskan menjalani tes swab.

Dikutip dari Kompas.com, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kutai Kertanegara, Martina Yulianti, mengatakan, tes massal tersebut merupakan buntut dari pemakaman seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal tanpa protokol Covid-19.

Belakangan, pasien tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 setelah keluar hasil tes swab PCR.

''Kami lakukan swab massal bagi keluarga dekat, bagi yang mengurusi jenazah dan lain-lain sebanyak 209 orang,'' ungkap Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kutai Kertanegara, Martina Yulianti, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/7/2020).

Yuli mengatakan, pihaknya tidak mengetahui pemakaman tanpa protokol Covid-19 tersebut atas rekomendasi siapa, karena pasien tersebut mendapat perawatan dan meninggal di RSUD IA Moeis, Samarinda.

''Kami baru tahu tanggal 7 Juli 2020 ketika keluar hasil pasien tersebut positif. Jadi kami tidak tahu atas rekomendasi siapa, keluarga melakukan pemakaman biasa atau tanpa protokol Covid-19,'' jelas dia.

Diketahui, pasien asal Sangasanga tersebut dirawat di RSUD IA Moeis Samarinda, keluhan demam dan sesak napas, Rabu (1/7/2020).

Keesokan harinya, tanggal 2 Juli 2020 kondisi yang bersangkutan terus memburuk hingga meninggal dunia.

''Pasien itu meninggal tanggal 2 Juli 2020. Hasil keluarnya tanggal 7 Juli 2020. Jadi pemakamannya seperti biasa (tanpa protokol Covid-19),'' jelas Yuli.

Untuk hasil tes massalnya, kata Yuli, diumumkan Sabtu (11/7/2020).

Kompas.com sudah berusaha meminta klarifikasi dari baik dari RSUD IA Moeis maupun Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Samarinda, namun mereka enggan memberi penjelasan atas hal tersebut.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Badminton, SEA Games
wwwwww