Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
13 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
9 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
15 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
9 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Sulawesi Selatan

Empat Ribu Lebih Keluarga Terdampak Banjir Bandang Luwu Utara, 10 Orang Meninggal Dunia

Empat Ribu Lebih Keluarga Terdampak Banjir Bandang Luwu Utara, 10 Orang Meninggal Dunia
Selasa, 14 Juli 2020 20:46 WIB
JAKARTA - Bencana hidrometeorologi kembali melanda wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Terbaru, banjir bandang menerjang enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara pada Senin (13/7), pukul 19.00 waktu setempat.

Lebih dari empat ribu keluarga terdampak akibat kejadian tersebut. Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor, sebanyak 4.930 keluarga terdampak di enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat.

"Ribuan rumah terendam di kawasan terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7).

Data sementara Tim SAR gabungan di bawah kendali Basarnas sore ini mencatat 10 meninggal dunia, 10 warga berhasil diselamatkan dan 46 lainnya masih dalam pencarian. "Kesepuluh korban luka-luka tersebut dirujuk ke RSUD Masamba," jelasnya.

Adapun banjir terjadi karena intensitas hujan yang tinggi dan menyebabkan Sungai Masamba, Rongkang dan Sungai Rada meluap.

Saat ini, lanjutnya, jaringan listrik masih dilakukan perbaikan oleh pihak PLN. BPBD setempat pun bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Timur dan Kota Palopo telah melakukan kaji cepat di lapangan.

Dari informasi yang didapat Pusdalops BNPB, jalan lintas provinsi tertimbun material lumpur sehingga menutup akses menuju pos komando utama dan lokasi terdampak. Personel di lapangan harus memutar sejauh 10 km dalam mengakses lokasi terdampak.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.co
Kategori:Olympic, Voli, Sulawesi Selatan
wwwwww