Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
DPR RI
8 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
2
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
DPD RI
8 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
3
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
DPR RI
7 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
4
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
21 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
5
Perkuat Perekonomian Pedesaan Atasi Resesi Ekonomi
MPR RI
7 jam yang lalu
Perkuat Perekonomian Pedesaan Atasi Resesi Ekonomi
6
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
DPR RI
7 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
Home  /  Berita  /  Sulawesi Selatan

Empat Ribu Lebih Keluarga Terdampak Banjir Bandang Luwu Utara, 10 Orang Meninggal Dunia

Empat Ribu Lebih Keluarga Terdampak Banjir Bandang Luwu Utara, 10 Orang Meninggal Dunia
Selasa, 14 Juli 2020 20:46 WIB
JAKARTA - Bencana hidrometeorologi kembali melanda wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Terbaru, banjir bandang menerjang enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara pada Senin (13/7), pukul 19.00 waktu setempat.

Lebih dari empat ribu keluarga terdampak akibat kejadian tersebut. Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor, sebanyak 4.930 keluarga terdampak di enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat.

"Ribuan rumah terendam di kawasan terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7).

Data sementara Tim SAR gabungan di bawah kendali Basarnas sore ini mencatat 10 meninggal dunia, 10 warga berhasil diselamatkan dan 46 lainnya masih dalam pencarian. "Kesepuluh korban luka-luka tersebut dirujuk ke RSUD Masamba," jelasnya.

Adapun banjir terjadi karena intensitas hujan yang tinggi dan menyebabkan Sungai Masamba, Rongkang dan Sungai Rada meluap.

Saat ini, lanjutnya, jaringan listrik masih dilakukan perbaikan oleh pihak PLN. BPBD setempat pun bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Timur dan Kota Palopo telah melakukan kaji cepat di lapangan.

Dari informasi yang didapat Pusdalops BNPB, jalan lintas provinsi tertimbun material lumpur sehingga menutup akses menuju pos komando utama dan lokasi terdampak. Personel di lapangan harus memutar sejauh 10 km dalam mengakses lokasi terdampak.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.co
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Sulawesi Selatan

wwwwww