Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
DPR RI
8 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
2
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
DPD RI
8 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
3
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
4
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
DPR RI
7 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
5
Perkuat Perekonomian Pedesaan Atasi Resesi Ekonomi
MPR RI
7 jam yang lalu
Perkuat Perekonomian Pedesaan Atasi Resesi Ekonomi
6
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
DPR RI
7 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Wanita Perobek Alquran Disebut Sakit Jiwa, Erna Rasyid: Orang Gila Kok Bisa Menyesal?

Wanita Perobek Alquran Disebut Sakit Jiwa, Erna Rasyid: Orang Gila Kok Bisa Menyesal?
Hj. Erna Rasyid Taufan. (Istimewa)
Selasa, 14 Juli 2020 21:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MAKASSAR - Polisi telah memeriksa wanita berinisial I yang viral karena membanting dan merobek Alquran. Kapolres Polres Pelabuhan Makassar menyebut I mengalami kelainan kejiwaan.

Menanggapi hal itu, pendakwah asal Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Erna Rasyid Taufan, tidak percaya begitu saja dengan pengakuan pelaku maupun keterangan Kepolisian. Pasalnya menurut Erna, orang ganguan jiwa atau orang gila, tidak akan melakukan perobekan Alquran.

"Pertama, mesti orang itu gila, tidak ada yang mau merobek atau membuang Alquran. Kedua, dalam keterangan di Kepolisan, pelaku secara tegas minta maaf dan mengaku hilaf. Mana ada orang gila pinter minta maaf dan menyesal," ujarnya saat dihubungi GoNews.co, Selasa (14/7/2020).

Menurut politisi Golkar Kota Parepare ini, Polisi harus tetap mengusut sampai terang benderang. "Bahkan wajib bagi Polisi untuk mengusut tuntas, masak sih ada orang mengalami penyakit jiwa bisa menyesal dan minta maaf," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Polres Pelabuhan Makassar menyebut I, pelaku perobekan Alquran di Makassar mengalami kelainan kejiwaan. "Kami sudah lakukan pemeriksaan dari ahli kejiwaan RS Bhayangkara Makassar terkait kondisi kejiwaan tersangka. Dari pemeriksaan rumah sakit, memang ada kelainan kejiwaan terhadap tersangka karena ada kecenderungan pada psikisnya," kata Kadirislam, Senin (13/7/2020).

Meski tersangka ada kelainan kejiwaan, Kadirislam memastikan kasusnya tersebut masih akan terus dilanjutkan. Bahkan, penyidik masih terus melengkapi berkas perkara tersangka ini.

"Untuk tersangka bernama Ince ini, sementara masih dalam tahap pemberkasan dan status kasusnya juga tetap kami lanjutkan. Tapi kami ambil semua dulu keterangan saksi-saksi yang lainnya, nantinya akan kami tentukan setelah gelar perkara dengan Polda Sulsel," ucap dia.

Sebelumnya, Kapolda Sulsel, Irjen Mas Guntur Laupe mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka, ia melempar dan merobek Alquran karena emosi dan kesal kepada sekelompok warga yang kerap bermain judi domino di dekat rumahnya di Jalan Tentara Pelajar, Kecamatan Wajo, Makassar.

Menurutnya, sekelompok pria yang kerap main judi itu, menuding I suka melapor ke polisi terkait aktivitas mereka. Karena kesal, dia melakukan hal tersebut.

Polisi kemudian menangkap I di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (10/7). Usai ditangkap, I hanya bisa terdiam dan menangis dan menyesali perbuatannya.

Wanita berumur 40 tahun itu juga meminta maaf kepada masyarakat Makassar, khususnya untuk umat muslim atas perbuatannya. Ia mengaku khilaf dan siap bertanggung jawab serta menjalani proses hukum.

"Saya mohon maaf, khilaf. Saya tidak sengaja, spontan ambil Alquran. Tidak ada maksud untuk menghina agama Islam. Saya siap jalani hukuman atas perbuatan saya," ucap dia.***


wwwwww