Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
6 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
DPR RI
18 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
3
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
Nasional
15 jam yang lalu
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
4
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
DPD RI
19 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
5
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
DPR RI
17 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
6
Perkuat Perekonomian Pedesaan Atasi Resesi Ekonomi
MPR RI
17 jam yang lalu
Perkuat Perekonomian Pedesaan Atasi Resesi Ekonomi
Home  /  Berita  /  Umum

Plasenta Bayi Tak Keluar Ketika Melahirkan di Pustu, Ibu di Sumbar Wafat di Mobil Bak Terbuka Saat Dibawa ke RS

Plasenta Bayi Tak Keluar Ketika Melahirkan di Pustu, Ibu di Sumbar Wafat di Mobil Bak Terbuka Saat Dibawa ke RS
Wanita berinisial AW dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil bak terbuka. (suara.com)
Minggu, 19 Juli 2020 08:32 WIB
PADANG - Seorang ibu wafat dalam bak terbuka saat dalam perjalanan menuju rumah sakit (RS). Peristiwa memilukan ini terjadi di Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).

Dikutip dari Suara.com, perempuan berinisial AW berusia 32 tahun itu dilarikan ke rumah sakit setelah melahirkan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Jorong Sikilang, Kecamatan Sungai Aur.

''Nyawa saudari kami, AW, tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia di atas pikap, dalam perjalanan ke rumah sakit. Sebab jalan dari Jorong Sikilang menuju Nagari Sasak begitu parah sehingga mobil tidak bisa melaju cepat,'' kata salah seorang keluarga korban, Nedi, seperti dilansir dari Covesia.com-jaringan Suara.com pada Sabtu (18/7/2020).

AW meninggal karena terlambat mendapatkan pertolongan medis lantaran akses jalan menuju rumah sakit sangat buruk.

Neldi mengatakan, usai melahirkan bayinya di Pustu, AW harus mendapat perawatan di rumah sakit, karena plasenta bayinya tidak keluar.

''Peralatan medis di Pustu Jorong Sikilang tidak memadai, ambulans pun tidak ada, sehingga harus dibawa menggunakan pikap milik warga ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis,'' katanya.

Akses jalan sepanjang lebih 40 kilometer yang harus dilalui berupa perpaduan bebatuan dan pasir dengan kondisi memprihatinkan dari Jorong Sikilang melewati Jorong Maligi menuju jalan aspal Sasak-Simpang Empat. Akibat sulitnya akses, waktu tempuh memakan waktu lebih dari dua jam.

Menurut Nedi, kejadian tragis seperti itu sudah beberapa kali terjadi.

''Sudah beberapa orang warga, termasuk ibu hamil, terpaksa harus meregang nyawa di perjalanan. Bahkan ada yang melahirkan di perjalanan,'' ungkap Nedi.

Nedi berharap, pemerintah benar-benar memperhatikan masyarakat yang bermukim di pinggir pantai. Kondisi jalan yang rusak membuat masyarakat yang sakit tidak bisa segera mendapat perawatan medis.

Dikemukakan Nedi, kondisi jalan makin parah saat musim hujan. Jalan akan terlihat mirip sungai.

''Jorong Sikilang masih terisolir. Apalagi hingga kini belum ada akses jalan yang layak, selain memanfaatkan jalan yang dibuat perkebunan sawit milik perusahaan,'' terangnya.

Menurutnya, kepedulian pemerintah terhadap ratusan keluarga masyarakat Jorong Sikilang nyaris tidak ada.

''Pemerintah terkesan tidak peduli dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda rencana untuk membangun akses jalan ke kampung kami,'' sambungnya.

Sementara itu sopir mobil pikap, Wazir (45), yang mengangkut korban mengatakan, kondisi jalan memang sangat parah, sehingga kendaraan tidak bisa melaju agak kencang.

''Kasihan tiga anaknya masih kecil-kecil sudah menjadi piatu,'' ungkapnya.***

Editor:hasan b
Sumber:suara.com
Kategori:Peristiwa, Umum

wwwwww