Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
16 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
17 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
15 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
5
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
17 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
16 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Mengaku Kasat Narkoba, Haryanto Berhasil Peras dan Setubuhi Gadis 23 Tahun, Begini Modusnya

Mengaku Kasat Narkoba, Haryanto Berhasil Peras dan Setubuhi Gadis 23 Tahun, Begini Modusnya
Ilustrasi korban pencabulan. (int)
Rabu, 22 Juli 2020 12:03 WIB
MADIUN - Aparat Polres Madiun Kota, meringkus Ale Dea Haryanto, karena diduga memeras dan menyetubuhi paksa DW, gadis berusia 23 tahun.

Dikutip dari Iniews.id, pria warga Kedunggalar, Kabupaten Ngawi itu, berhasil menipu, memeras dan menyetubuhi DW, dengan mengaku sebagai anggota polisi.

Modusnya adalah, tersangka menggunakan akun palsu bernama Agung Pratama dan mengaku anggota polisi berdinas di Polda Jatim. Kedok inilah yang dipakai pelaku untuk berkenalan dan merayu DW, warga Madiun, lewat akun media sosial.

Dari perkenalan itu, pelaku dan korban akhirnya menjalin hubungan. Tak lama berselang, pelaku makin berani, hingga meminta foto-foto bugil korban. Korban pun bersedia mengirimkannya.

Foto-foto bugil itu pula yang dijadikan pelaku untuk bersandiwara. Dia kemudian mengaku kepada DW, tertangkap polisi karena kasus narkoba dan seluruh foto bugil korban yang disimpan di ponsel, disita aparat. Dari situlah pemerasan dimulai.

Pelaku meminta korban menghubungi seorang polisi bernama AKP Haryanto, yang tak lain pelaku sendiri. Kepada korban, AKP Haryanto mengaku sebagai Kasat Narkoba di salah satu Polres dan mengatakan tengah menyita foto bugil korban.

Berbekal foto bugil itu, pelaku meminta transfer uang Rp90 juta, dengan dalih agar kasus foto bugil tersebut tidak diproses hukum. Tak hanya itu, tersangka juga mengajak korban berhubungan intim sebagai syarat agar proses hukumnya selesai.

''Jadi pelaku ini menggunakan dua akun palsu. Akun pertama bernama Agung Pratama dan akun kedua bernama AKP Haryanto. Dua akun ini digunakan untuk menipu korban,'' kata Kapolres Madiun AKBP R Bobby Aria Prakasa, Selasa (21/7/2020).

Sementara itu, dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya baju seragam polisi, handphone, buku rekening dan sepeda motor hasil dari memeras korban.***

Editor:hasan b
Sumber:iniews.id
Kategori:Hukum, Peristiwa

wwwwww