Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
22 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Asphija Akui 'Ngemis Sana-Sini' Perjuangkan Nasib Pekerja Industri Hiburan

Asphija Akui Ngemis Sana-Sini Perjuangkan Nasib Pekerja Industri Hiburan
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani dalam sebuah siaran langsung Instagram. (Gambar: Tangkapan layar).
Sabtu, 08 Agustus 2020 15:03 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani mengaku, asosiasinya telah berkomunikasi dengan banyak pihak untuk memperjuangkan agar industri hiburan segera dibuka kembali. Belakangan, Ia bahkan harus menunjukkan kesan mengemis demi hajat para pekerja industri hiburan.

"Iya sekarang saya kemana-mana udah begitu," kata Hana secara virtual, Sabtu (8/8/2020).

Bagaimana tidak, industri hiburan malam yang setadinya sudah bisa dibuka Juli 2020, kini tak jelas kapan bisa dibuka kembali untuk beroperasi. Belum lagi, Indonesia sudah memasuki resesi saat ini.

Para pekerja di lingkungannya, kata Hana, bahkan banyak yang sudah kesulitan untuk makan. Bansos, tak siginifikan membantu penghidupan para pekerja.

"Saya sampai menyatakan di salah satu stasiun TV, karena ada teman yang menitipkan pernyataannya pada saya, 'coba itu pejabat kalau bikin kebijakan suruh nggak makan tiga hari dulu! Biar tahu rasannya,'" kata Hana. "Iya saya sampai sampaikan begitu,".

Seperti diketahui, lebih dari seribu pegawai dunia hiburan sudah 4 bulan kehilangan pekerjaan. Industri ini, sebenarnya menyerap 19 ribu tenaga kerja dan ikut menyumbang kas Pemprov DKI dalam bentuk pembayaran pajak. Pihaknya berharap, Gubernur DKI Jakarta serius memperhatikan persoalan ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Ekonomi, PON
wwwwww