Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
Olahraga
21 jam yang lalu
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
2
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
Politik
20 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
3
Bali United FC Waspadai Hari Nur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bali United FC Waspadai Hari Nur
4
Tunggu Hasil Tes Swab, Skuat PSIS Libur Latihan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tunggu Hasil Tes Swab, Skuat PSIS Libur Latihan
5
Dikalahkan Bosnia, Shin Tae Yong: Masih Banyak PR Harus Diselesaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Asphija Akui 'Ngemis Sana-Sini' Perjuangkan Nasib Pekerja Industri Hiburan

Asphija Akui Ngemis Sana-Sini Perjuangkan Nasib Pekerja Industri Hiburan
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani dalam sebuah siaran langsung Instagram. (Gambar: Tangkapan layar).
Sabtu, 08 Agustus 2020 15:03 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani mengaku, asosiasinya telah berkomunikasi dengan banyak pihak untuk memperjuangkan agar industri hiburan segera dibuka kembali. Belakangan, Ia bahkan harus menunjukkan kesan mengemis demi hajat para pekerja industri hiburan.

"Iya sekarang saya kemana-mana udah begitu," kata Hana secara virtual, Sabtu (8/8/2020).

Bagaimana tidak, industri hiburan malam yang setadinya sudah bisa dibuka Juli 2020, kini tak jelas kapan bisa dibuka kembali untuk beroperasi. Belum lagi, Indonesia sudah memasuki resesi saat ini.

Para pekerja di lingkungannya, kata Hana, bahkan banyak yang sudah kesulitan untuk makan. Bansos, tak siginifikan membantu penghidupan para pekerja.

"Saya sampai menyatakan di salah satu stasiun TV, karena ada teman yang menitipkan pernyataannya pada saya, 'coba itu pejabat kalau bikin kebijakan suruh nggak makan tiga hari dulu! Biar tahu rasannya,'" kata Hana. "Iya saya sampai sampaikan begitu,".

Seperti diketahui, lebih dari seribu pegawai dunia hiburan sudah 4 bulan kehilangan pekerjaan. Industri ini, sebenarnya menyerap 19 ribu tenaga kerja dan ikut menyumbang kas Pemprov DKI dalam bentuk pembayaran pajak. Pihaknya berharap, Gubernur DKI Jakarta serius memperhatikan persoalan ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Ekonomi, Umum

wwwwww