Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Hetifah Dorong Pemuda Optimalkan Dunia Digital, Data Ini mungkin Bisa Picu Semangat

Hetifah Dorong Pemuda Optimalkan Dunia Digital, Data Ini mungkin Bisa Picu Semangat
Wakil Ketua Partai Golkar bidang Kesra/Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Gambar: Tangkapan layar virtual).
Sabtu, 08 Agustus 2020 16:33 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Partai Golkar bidang Kesra, Hetifah Sjaifudian, mendorong pemuda-pemudi Indonesia untuk meningkatkan daya ekonomi mereka melalui optimasi dunia digital.

Pandemi, kata Hetifah, justru meningkatkan aktivitas belanja e-commerce "dan potensi e-commerce setelah pandemi masih terbuka lebar,".

Hal itu menjadi salah satu poin pesan Hetifah dalam seminar bertajuk 'Mempersiapkan Bisnis dalam menghadapi New Normal' dengan Kemenpora RI, Sabtu (8/8/2020). Hetifah, juga menuliskan poin-poin tersebut di akun media sosialnya.

Digital branding, kata Hetifah, "merupakan salah satu potensi usaha kreatif bagi anak muda yang minim modal namun akan sangat berjaya,".

"Beberapa perusahaan telah membuktikan bahwa dengan mengetahui trend yang sedang happening di anak muda, idw sederhana dapat menjadi viral," tulis Hetifah.

Terkait hal ini, Hetifah mengungkap data bahwa dari 272,1 juta orang populasi penduduk Indonesia, sebanyak 179,1 juta orang (65,8 persen) merupakan usia produktif (15 - 64 tahun). Dan milenial (21-36 tahun) di Indonesia berjumlah 63,5 juta (23 persen). Inilah bonus demografi Indonesia.

Di dunia digital, teracatat ada 338,2 juta mobile phone yang terkoneksi. Dan ada 160 juta pengguna mesia sosial secara nasional.

Seperti diketahui, kesulitan hidup tengah dialami banyak orang di masa pandemi saat ini. Memotret siaran langsung instagram Ketua Asphija Hana Suryani, di Sabtu yang sama, fakta-fakta pilu diungkapkan beberapa audiens. Mulai dari, menjual komponen bansos untuk jajan anak, menjual kompor dan helm untuk bisa makan, dan tak hanya satu orang yang mengutarakan mulai berpikir untuk menjual ginjal. Dalam siarannya, Hana mengajak audiens untuk berbagi tips bertahan hidup di masa pandemi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Nasional, Voli, Ekonomi
wwwwww