Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
10 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
6 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
11 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Lewat Pagelaran Seni Budaya Melayu, MPR Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Pekanbaru

Lewat Pagelaran Seni Budaya Melayu, MPR Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Pekanbaru
Senin, 24 Agustus 2020 13:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sosialisasi Empat Pilar MPR berlangsung di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu malam (22/08/2020).

Sosialisasi dengan metode Pagelaran Seni Budaya Melayu Riau itu mendapat sambutan hangat oleh para peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai komunitas yang ada di Kota Pekanbaru, Riau.

Kepala Biro Humas Setjen MPR, Siti Fauziah, dalam sambutannya mengatakan, meski suasana Pandemi, Sosialisasi Empat Pilar tidak boleh terhenti.

"Sosialisasi Empat Pilar MPR tidak boleh berhenti karena amanat undang-undang. Dan, tujuan utama sosialisasi adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya Empat Pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar perempuan yang akrab disapa dengan sebutan Bu Titi, Sabtu malam (22/8/2020) di Pekanbaru.

Di Bumi Lancang Kuning, Riau, yang kental akan budaya Melayu kata Siti Fauziyah, kegiatan sosialisasi dikemas dalam bentuk Pagelaran Seni Budaya Melayu. "MPR yang menyelenggarakan pagelaran seni budaya ini bukan untuk memberi hiburan semata, namun juga bertujuan ikut melestarikan seni budaya itu sendiri," tandasnya.

Kenapa pelestarian seni budaya ini penting? Karena menurutnya di dalamnya terkandung semua unsur untuk kehidupan berbangsa, yaitu tontonan, tuntunan, dan juga hiburan. "Maka dari itu, saya mengajak para peserta dan tamu undangan untuk terus menjaga seni budaya agar jangan sampai punah," urainya.

Sementara itu, Anggota MPR dari Kelompok DPD asal Riau, Intsiawati Ayus, saat membuka Pagelaran Seni di Pekanbaru ini menjelaskan, seni diciptakan untuk memberi rasa senang. "Seni diciptakan dengan senang dan dinikmati dengan senang pula. Jadi, antara karya seni dan penikmat seni sama-sama senang sehingga tercipta harmonisasi, rasa senang, dan bahagia," katanya.

Lebih dari itu, menurut Intsiawati Ayus, seni dapat mempertajam rasa kemanusiaan, rasa nasionalisme, dan rasa patriotisme. "Semua rasa inilah yang mempersatukan bangsa. Siapa yang tidak berseni, dia termasuk tidak kreatif dan tidak aspiratif. Ibarat sayur tanpa garam," tandasnya.

Seni budaya Melayu kata Ayus, termasuk warisan budaya Nusantara yang adiluhung sebagai wujud dari kebhinnekaan Indonesia. Apalagi tujuan dari sosialisasi adalah untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Berbicara soal tatanan kehidupan kata Ayus tentu yang dituju adalah nilai. Saat bicara Pancasila, nilai yang dituju adalah moral dan etika. Lalu bicara soal UUD NRI Tahun 1945 sasarannya adalah tatanan hukum.

Begitu pula kalau bicara soal NKRI, yang bentangannya dari Sabang sampai Merauke, nilai yang dituju adalah rasa nasionalisme dan patriotisme. "Ketika Sabang dicubit Sabang, Merauke menjerit. Dan, bicara Bhinneka Tunggal Ika maka nilai yang ingin dicapai adalah saling menghormati dan saling menghargai. Itulah nilai-nilai Empat Pilar yang menjadi karakter bangsa," urainya.

Pagelaran Seni Budaya Melayu malam itu betul-betul menggambar suasana kebhinnekaan. Sebuah tari kolosal yang merupakan rangkaian tarian-tarian nusantara, tampil beturut-turut tanpa jeda, yakni: tari Piring (Sumatera Barat), tari Tor-tor (Sumatera Utara), tari Ondel-ondel (Betawi, Jakarta), tari Bali, tari Kipas (Sulawesi Selatan), dan tari Sajojo (Papua). Dan tak ketinggalan kesenian Melayu, seperti: silat, tari Persembahan, tari Lancang Kuning, puisi, dan lagu-lagu perjuangan dibawakan oleh grup musik yang tergabung dalam Komunitas Kampung Musisi Pekanbaru.

Selain Intsiawati Ayus acara ini juga dihadiri Ketua Fraksi Golkar MPR, Idris Laena, Anggota MPR Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, dan Sekretaris Fraksi PKB MPR, Eem Marhamah Zulfa.***

wwwwww