Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
Peristiwa
10 jam yang lalu
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
2
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
MPR RI
8 jam yang lalu
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
3
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
Kesehatan
8 jam yang lalu
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
4
Perdana dan di Tengah Pandemi, Petani Batang Ekspor Bawang Putih untuk Obat
Ekonomi
22 jam yang lalu
Perdana dan di Tengah Pandemi, Petani Batang Ekspor Bawang Putih untuk Obat
5
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
Ekonomi
20 jam yang lalu
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
6
Penguatan Kerjasama Kehutanan Indonesia-Korea, Proyek di Riau termasuk Pendorong
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Penguatan Kerjasama Kehutanan Indonesia-Korea, Proyek di Riau termasuk Pendorong
Home  /  Berita  /  Artikel

Kata Ulama Hasan al-Bashri, Ibadah Ini Lebih Baik dari Shalat 1.000 Rakaat

Kata Ulama Hasan al-Bashri, Ibadah Ini Lebih Baik dari Shalat 1.000 Rakaat
Ilustrasi. (int)
Selasa, 25 Agustus 2020 10:32 WIB

DIKISAHKAN, ada seseorang ingin bertemu Tsabit al-Bunani. Tsabit adalah seorang ahli ibadah serta memiliki pangkat dan banyak harta. Seseorang tersebut bermaksud meminta bantuan Tsabit memberikan utang untuk memenuhi kebutuhannya.

Dikutip dari Republika.co.id, ulama besar di Basrah, Hasan al-Bashri, kemudian meminta beberapa muridnya untuk membantu orang yang membutuhkan pertolongan Tsabit tersebut.

''Temuilah Tsabit Al Bunani dan pergilah kalian bersamanya,'' kata Hasan al-Bashri kepada muridnya.

Lalu, mereka mendatangi Tsabit yang ternyata sedang iktikaf di masjid. Tsabit minta maaf karena tidak bisa pergi bersama mereka. Mereka pun kembali lagi kepada Hasan dan memberitahukan perihal Tsabit.

Hasan berkata, ''Katakanlah kepadanya, 'Hai U'aimas, hai Uaimasy, apa engkau kira shalatmu adalah ibadah satu-satunya? Demi Allah, kepergianmu untuk membantu saudaramu yang membuthkan lebih baik dari seribu rakaat.''

Kemudian, mereka kembali menemui Tsabit dan menyampaikan apa yang dikatakan Hasan al-Bashri. Maka, Tsabit pun meninggalkan iktikafnya dan pergi bersama mereka untuk membantu orang yang membutuhkan itu.

Hikmah dari kisah tersebut adalah, bahwa banyak cara bisa dilakukan agar menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat. Bisa dengan menolong dalam bentuk tenaga, memberikan bantuan dalam bentuk materi, memberi pinjaman, memberikan taushiyah keagamaan, meringankan beban penderitaan, membayarkan utang, memberi makan, hingga menyisihkan waktu untuk menunggu tetangga yang sakit.

Adalah ironi jika banyak orang kaya yang lebih senang naik haji berulang kali daripada membantu kaum dhuafa yang membutuhkan uluran tangan. Banyak juga orang kaya yang jor-joran membangun masjid mewah, sedangkan di sekelilingnya masih banyak kaum fakir miskin yang membutuhkan bantuan. Padahal, Allah tidak butuh disembah dengan indahnya masjid ataupun ibadah haji yang berulang-ulang. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Umum, Artikel

wwwwww