Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Satu Poin SDGs Tambahan sebagai Terobosan KemendesPDTT
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Satu Poin SDGs Tambahan sebagai Terobosan KemendesPDTT
2
Wafat Usai Melahirkan, Makam Anis Dibongkar OTK, 2 Lembar Kain Kafan Hilang
Peristiwa
9 jam yang lalu
Wafat Usai Melahirkan, Makam Anis Dibongkar OTK, 2 Lembar Kain Kafan Hilang
3
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
Internasional
15 jam yang lalu
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
4
LaNyalla Terima Gelar Tetue Bebuyutan Rambang Kuang
DPD RI
14 jam yang lalu
LaNyalla Terima Gelar Tetue Bebuyutan Rambang Kuang
5
Menteri Agama Positif Covid-19, Begini Kondisinya Saat Ini
Kesehatan
12 jam yang lalu
Menteri Agama Positif Covid-19, Begini Kondisinya Saat Ini
6
Lima Jenazah WNI Ditemukan di Malaysia, Diduga Ini Penyebab Kematiannya
Internasional
16 jam yang lalu
Lima Jenazah WNI Ditemukan di Malaysia, Diduga Ini Penyebab Kematiannya
Home  /  Berita  /  Politik

Alirman Sori: Sepertinya Puan Maharani Tidak Paham Sejarah Berdirinya Indonesia

Alirman Sori: Sepertinya Puan Maharani Tidak Paham Sejarah Berdirinya Indonesia
Anggota DPD RI asal Sumbar, Alirman Sori. (Istimewa)
Kamis, 03 September 2020 15:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dianggap menyinggung masyarakat Sumatera Barat (Sumbar).

Pernyataan Puan itu pun dipertanyakan anggota DPD RI asal Sumbar, Alirman Sori yang mengaku heran dengan pernyataan dimaksud. "Apakah selama ini Sumbar itu tidak mendukung Pancasila?” ujarnya, Rabu (2/9).

Ia lantas menyebut peran M Hatta dan Mohammad Yamin yang keduanya asal Sumbar.

"Siapakah yang merancang dasar negara Pancasila itu dulu sebelum kemerdekaan?," sesalnya.

Alirman menyebut, pernyataan Puan itu cukup menyinggung masyarakat Minangkabau di Sumbar atau di perantauan.

Karena itu, ia menganggap Puan Maharani tak memahami sejarah berdirinya bangsa Indonesia.

Sebab, sambungnya, dasar negara ini dulu dibahas oleh tokoh-tokoh bangsa yang dominan dari Minangkabau–Sumbar. "Untuk itu, Puan Maharani harus menjelaskan pernyataannya itu dalam konteks apa?” tegasnya.

"Jangan membuat pernyataan yang ambigu dan memicu konflik di akar rumput," tandas pria asal Pesisir Selatan itu.

Sebelumnya, pernyataan Puan Maharani itu disampaikan saat mengumumkan dukungan kepada para calon kepala daerah gelombang V yang bertarung di Pilkada Serentak 2020. "Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi mendukung negara Pancasila," ujar Puan dalam pengumuman secara virtual, Rabu (2/9).

Namun, tidak dijelaskan lebih rinci terkait pernyataan Puan soal Sumbar mendukung negara Pancasila yang dimaksud.

Hal senada juga disampaikan Jurubicara PKS, Handi Risza yang menilai pernyataan Puan menyakiti hati masyarakat Minang dan para pendiri bangsa. "Kami meminta Mbak Puan mencabut pernyataannya dan meminta maaf ke seluruh masyarakat Sumatera Barat khususnya kepada keluarga besar founding fathers bangsa ini," tegas Handi Risza.

"Mbak Puan anda telah menyinggung perasaan kami, kami ingin Anda cabut kata-kata tersebut," tuntutnya.

Menurut Handi, nasionalisme masyarakat Minang tidak perlu diragukan lagi. Sebab, penggagas Pancasila bersama kakek Puan yakni Bung Karno, ada Bung Hatta, Sutan Syahrir, M. Natsir, hingga Tan Malaka merupakan tokoh bangsa kelahiran Ranah Minang.

"Ini menunjukkan Pancasila lahir dari kekayaan budaya dan pemikiran para leluhur kami," tegasnya.

"Jangan lupa, Natsir sendiri dikenal sebagai Bapak NKRI dengan Mosi Integralnya yang menyelamatkan keutuhan NKRI dan juga Bukittinggi pernah menjadi Ibukota PDRI," pungkasnya.***


wwwwww