Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
13 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ingatkan Menag, Ace Hasan: Jangan Menggeneralisasi Paham Radikal Masuk Masjid

Ingatkan Menag, Ace Hasan: Jangan Menggeneralisasi Paham Radikal Masuk Masjid
Jum'at, 04 September 2020 16:20 WIB

JAKARTA - Pernyataan kontroversial Menteri Agama RI, Fachrul Razi soal radikalisme yang masuk ke masjid-masjid melalui seorang anak yang menguasai bahasa Arab dan good looking menimbulkan polemik di kalangan masyarakat.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, TB Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa pernyataan Menag tidak sepenuhnya tepat, dan meminta untuk tidak menggeneralisir sesuatu yang belum tentu kebenarannya.

"Jangan menggeneralisasi gejala munculnya paham radikalisme hanya pada suatu gejala tertentu," kata Ace lewat keterangannya kepada wartawan, Jumat (4/9).

"Jika Menteri Agama keliru mendeteksi suatu gejala pemahaman radikalisme pada masyarakat, maka dalam membuat kebijakan melawan radikalismenya itu juga pasti akan keliru pula," imbuhnya menambahkan.

Menurut legislator dari Partai Golkar ini, ada banyak studi dan kajian yang telah telah dilakukan untuk menelusuri mengapa paham radikalisme itu menyebar. Salah satunya melalui media sosial.

"Sebaiknya Pak Menteri mempelajari dulu secara komprehensif berbagai kajian dan studi tentang bagaimana paham radikalisme itu menyebar," ucapnya.

Ace juga menyoal masjid di lingkungan Kementerian dan BUMN berpotensi disusupi paham radikalisme. Dia mengatakan bahwa ada gejala atau potensi paham radikalisme menyusupi wilayah kementerian.

"Saya kira memang ada gejalanya ke sana. Salah satu cara yang paling efektif untuk merubah kebijakan melalui pemerintahan ya menguasai masjid di Kementerian atau BUMN karena di sanalah akan mempengaruhi pemahaman keagamaan para ASN dan para pekerja BUMN yang beragama Islam,” bebernya.

Dia meminta agar Menag agar tidak menyampaikan pernyataan yang menimbulkan kontroversi serta bekerjasama dengan organisasi keagamaan.

"Sebaiknya Menteri Agama bekerja sama dengan organisasi keagamaan yang memang sudah teruji soal pemahamanan keagamaannya yang moderat seperti NU atau Muhammadiyah," tutup TB Ace Hasan Syadzily.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww