Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pak Jokowi, Negara Bisa Kolaps Nih, Setengah Lebih APBN Berasal dari Utang
Peristiwa
17 jam yang lalu
Pak Jokowi, Negara Bisa Kolaps Nih, Setengah Lebih APBN Berasal dari Utang
2
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
Politik
10 jam yang lalu
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
3
HNW: Bantuan Operasional Lembaga Pendidikan Islam Jangan Dipotong
MPR RI
18 jam yang lalu
HNW: Bantuan Operasional Lembaga Pendidikan Islam Jangan Dipotong
4
Imbang Lawan Qatar, Shin Tae Yong: Stamina Pemain Semakin Membaik
Sepakbola
24 jam yang lalu
Imbang Lawan Qatar, Shin Tae Yong: Stamina Pemain Semakin Membaik
5
Bus Sriwijaya Masuk Jurang Tewaskan 35 Penumpang, Pemilik Dijadikan Tersangka
Peristiwa
23 jam yang lalu
Bus Sriwijaya Masuk Jurang Tewaskan 35 Penumpang, Pemilik Dijadikan Tersangka
6
Bima Sakti Panggil 30 Pemain Ikuti TC Timnas U 16
Sepakbola
24 jam yang lalu
Bima Sakti Panggil 30 Pemain Ikuti TC Timnas U 16
Home  /  Berita  /  MPR RI

MPR dan Media Massa untuk Kesatupaduan Bangsa Melewati Pandemi

MPR dan Media Massa untuk Kesatupaduan Bangsa Melewati Pandemi
Suasana pertemuan jajaran pimpinan MPR RI dengan 90 jurnalis media massa nasional di Anyer, Serang, Banten. (Foto: Ist./MPR RI)
Sabtu, 05 September 2020 19:19 WIB

SERANG – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menggelar pertemuan dengan 90 jurnalis dari media massa nasional di Anyer, Serang, Banten, pada Sabtu (5/9/2020).

Pertemuan ini, menurut Kepala Biro Humas MPR RI, Siti Fauziyah, adalah pertemuan istimewa lantaran 5 dari 10 Pimpinan MPR turut hadir dalam acara yang mengangkat tajuk 'MPR Rumah Kebangsaan' itu.

"Perwakilan dari Fraksi juga ada 8 fraksi, pimpinan Badan juga ada yang mewakili, dari Badan Anggaran. Sebagai perwakilan Biro Humas MPR, saya sampaikan terimakasih pada media massa sebagai pilar demokrasi yang menjadi mitra strategis MPR dalam menguatkan kami sebagai Rumah Kebangsaan," kata Siti.

Senada, Ketua Koordinatoriat Wartawan MPR/DPR/DPD RI, Rhomdoni Setiawan menyatakan syukur karena di tengah pandemi 5 Pimpinan MPR berkenan hadir dan menyampaikan pesan kesejukan.

"Kalau pimpinannya akur seperti ini, walaupun situasi pandemi, saya yakin untuk gelaran Pilkada rakyatnya juga senang meskipun di bawah ada 'hangat-hangat' sedikit," kata Doni.

Adapun unsur petinggi MPR RI yang hadir dalam acara tersebut di antaranya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Wakil Ketua MPR RI antara lain Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Syarief Hasan, dan Hidayat Nur Wahid (virtual). Hadir pula pimpinan Fraksi MPR RI antara lain Idris Laena (Golkar), Taufik Basari (Nasdem), Anton Sukartono (Demokrat), Arwani Thomafi (PPP) dan Intsiawati Ayus (Ketua Kelompok DPD).

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan, visi 'Rumah Kebangsaan' memposisikan MPR sebagai wadah sekaligus representasi dari beragam aspirasi, pemikiran, serta arus perubahan. MPR menawarkan sebuah gagasan egaliter, bahwa setiap warga negara adalah bagian tak terpisahkan dari satu ikatan kebangsaan.

"Peran media massa menjadi semakin penting di era keterbukaan informasi publik dan perkembangan teknologi informasi yang semakin deras mendorong arus globalisasi yang nyaris tanpa batas. Globalisasi adalah keniscayaan yang sulit kita hindarkan, dan ibarat pisau bermata dua: di satu sisi dapat memperluas cakrawala dan perspektif kita dalam memandang dunia; namun di sisi lain juga menyertakan nilai-nilai yang dapat mengikis kepribadian dan jati diri bangsa," kata Bamsoet.

Pandemi yang telah sangat berdampak bagi rakyat, butuh sinergitas seluruh elemen untuk mengedepankan hajat kebangsaan, agar Indonesia bisa bangkit melewati pandemi, dan keluar dari jeratan resesi. Peran media massa dengan penetrasi informasi yang luas sangat dibutuhkan terlebih ribuan hoax terkait Covid-19, menurut data Kementerian, telah tersebar di media sosial.

Senada dengan Bamsoet, Hidayat Nur Wahid menyatakan, MPR memfasilitasi agar media massa tetap melanjutkan semangat reformasi untuk manfaat sebanyak-banyaknya bagi bangsa. HNW mengulas, penguatan Pers memang semangat reformasi. Dan reformasi juga menghasilkan Pilkada ynag sebelumnya tidak ada dalam UUD 1945.

"Dalam konteks Pilkada, MPR mendorong pers untuk mengawasi serius gelaran Pilkada Desember di tengah Pandemi Covid19, agar berlangsung secara demokratis," kata HNW, yang juga menyinggung tantangan pers dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah dampak negatif buzzer.

Sementara itu, Instiawati Ayus menyatakan, sebagai perekat kebangsaan MPR juga idealnya menghasilkan terobosan solutif bagi politik uang yang harus diakui memang menjadi rahasia umum selama ini-terjadi meski Partai politik mungkin menyatakan 'Tanpa Mahar'.

"Ini kan orang mau mencalonkan diri, kadang masih harus beli perahu. Setelah perahunya ada, dayungnya juga harus dibeli," kata Senator yang akrab disapa Iin itu. 

Andi Akmal yang berasal dari oartai yang sama dengan HNW menyatakan, terkait Pilkada, oligarki politik dan oligarki ekonomi memang harus menjadi sorotan MPR dalam merekatkan bangsa melalui nilai-nilai keadilan demokrasi. Cost politic dan money politic adalah dua persoalan yang dicarikan jalan keluar kebangsaannya.

"Tentu ini kita dorong agar MPR bisa menghimpun stakeholder terkait agar peraturan menyangkut Pilkada bisa disederhanakan, dan kohesi nasional tetap terjaga," kata Andi.

Terkait politik uang, Thomafi menyatakan, bahwa berdasarkan pengamatannya, nila demokrasi tersebut juga kebanyakan muncul karena kultur dari para calon Kepala daerah.

"Lalu mungkin oknum di parpol memanfaatkan tawaran tersebut," kata Arwani.

Bagaimana pun, politisi PPP ini menegaskan, bahwa MPR sebagai 'penjaga gawang' nilai-nilai kebangsaan dan perekat kepentingan-kepentingan bangsa, adalah lembaga negara yang harus betul-betul dijaga***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPR RI, DPD RI, MPR RI, Nasional, Politik

wwwwww