Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
Peristiwa
18 jam yang lalu
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
2
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
MPR RI
16 jam yang lalu
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
3
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
Kesehatan
16 jam yang lalu
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
4
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
Olahraga
13 jam yang lalu
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
5
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
Politik
12 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
6
Bali United FC Waspadai Hari Nur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Bali United FC Waspadai Hari Nur
Home  /  Berita  /  Jawa Tengah

Jika Anak Punk Masih Berkeliaran, Bupati Batang Ancam 'Bereskan' Satpol PP

Jika Anak Punk Masih Berkeliaran, Bupati Batang Ancam Bereskan Satpol PP
BUpati Batang, Wihaji. (Istimewa)
Senin, 07 September 2020 16:16 WIB
BATANG - Bupati Batang Wihaji ingatkan Satuan Polisi Pamong Praja untuk tegas terhadap anak punk yang masih di Kota Batang, Jawa Tengah.

"Khusus untuk anak punk, saya perintahkan Satuan Polisi Pamong Praja mulai Minggu (6/9) kemarin jangan ada lagi di Batang. Kalau masih ada, Satpol PP nya yang saya bereskan," kata Wihaji, usai Sidang Paripurna DPRD, Senin (7/9/2020).

Ia menyatakan sudah berkali - kali menertibkan anak punk yang sudah meresahkan dan menjadi pemandangan yang tidak indah di Kota Batang. Wihaji menjelaskan, banyak anak punk hanya ikut-ikutan. Ada juga anak yang memiliki masalah kompleks.

"Masing-masing anak masalahnya berbeda - beda, ada yang karena faktor ekonomi dan masalah keluarga. Dengan mereka kita kirim ke panti sosial berharap ada perubahan untuk bisa hidup lebih baik lagi dan tidak lagi kembali ke jalanan," ungkapnya.

Dijelaskan pula, bahwa sudah berkali-kali Pemkab kirim anak punk ke keluarganya dan kirim ke panti sosial Semarang dan rumah singgah di Solo. Tapi banyak juga mereka kembali lagi ke Batang.

"Oleh karena itu, kali ini kita tidak menolerir anak punk di Batang ini menjadi tugas Satpol PP Batang," tegas Wihaji.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Joko Tetuko mengatakan, dari Januari hingga 7 September sudah penanganan pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) sejumlah 5 orang, 35 anak punk yang kita amankan.

"Januari hingga sekarang sekitar 40 orang kita kirim ke panti sosial Semarang, karena kita belum memiliki rumah singgah. Tapi ada juga yang dikembalikan ke orang tuanya," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:AyoBatang.com
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Jawa Tengah

wwwwww