Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Jawa Tengah

Jika Anak Punk Masih Berkeliaran, Bupati Batang Ancam 'Bereskan' Satpol PP

Jika Anak Punk Masih Berkeliaran, Bupati Batang Ancam Bereskan Satpol PP
BUpati Batang, Wihaji. (Istimewa)
Senin, 07 September 2020 16:16 WIB
BATANG - Bupati Batang Wihaji ingatkan Satuan Polisi Pamong Praja untuk tegas terhadap anak punk yang masih di Kota Batang, Jawa Tengah.

"Khusus untuk anak punk, saya perintahkan Satuan Polisi Pamong Praja mulai Minggu (6/9) kemarin jangan ada lagi di Batang. Kalau masih ada, Satpol PP nya yang saya bereskan," kata Wihaji, usai Sidang Paripurna DPRD, Senin (7/9/2020).

Ia menyatakan sudah berkali - kali menertibkan anak punk yang sudah meresahkan dan menjadi pemandangan yang tidak indah di Kota Batang. Wihaji menjelaskan, banyak anak punk hanya ikut-ikutan. Ada juga anak yang memiliki masalah kompleks.

"Masing-masing anak masalahnya berbeda - beda, ada yang karena faktor ekonomi dan masalah keluarga. Dengan mereka kita kirim ke panti sosial berharap ada perubahan untuk bisa hidup lebih baik lagi dan tidak lagi kembali ke jalanan," ungkapnya.

Dijelaskan pula, bahwa sudah berkali-kali Pemkab kirim anak punk ke keluarganya dan kirim ke panti sosial Semarang dan rumah singgah di Solo. Tapi banyak juga mereka kembali lagi ke Batang.

"Oleh karena itu, kali ini kita tidak menolerir anak punk di Batang ini menjadi tugas Satpol PP Batang," tegas Wihaji.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Joko Tetuko mengatakan, dari Januari hingga 7 September sudah penanganan pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) sejumlah 5 orang, 35 anak punk yang kita amankan.

"Januari hingga sekarang sekitar 40 orang kita kirim ke panti sosial Semarang, karena kita belum memiliki rumah singgah. Tapi ada juga yang dikembalikan ke orang tuanya," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:AyoBatang.com
Kategori:Olympic, Voli, Jawa Tengah
wwwwww