Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Basket

Saudi Tangkap Qari Terkenal Dunia, Warga: Ini Kampanye Terbuka Singkirkan Islam di Tanah Haramain

Saudi Tangkap Qari Terkenal Dunia, Warga: Ini Kampanye Terbuka Singkirkan Islam di Tanah Haramain
Sheikh Abdullah Basfar. (sindonews)
Senin, 07 September 2020 11:15 WIB

JAKARTA - Otoritas keamanan Arab Saudi dikabarkan menangkap Sheikh Prof Dr Abdullah Basfar. Basfar merupakan ulama terkemuka di Arab Saudi dan salah satu qari (pembaca Alquran) terkenal di dunia.

Dikutip dari Sindonews.com, kabar itu diunggah Prisoners of Conscience, kelompok pemantau tahanan melalui Twitter pada Jumat pekan lalu. Prisoners of Conscience mengabarkan bahwa Sheikh Abdullah Basfar ditangkap pada Agustus lalu.

Namun laporan itu tanpa memberikan rincian lebih lanjut, tentang bagaimana dan di mana dia ditangkap.

''Kami mengonfirmasi penahanan Sheikh Dr Abdullah Basfar sejak Agustus 2020,'' tulis akun Prisoners of Conscience, yang dikutip Middle East Monitor, Ahad (6/9/2020).

Sheikh Basfar adalah seorang profesor di departemen Sharia and Islamic Studies di King Abdul Aziz University di Jeddah. Dia juga mantan sekretaris jenderal dari World Book and Sunnah Organisation.

Laporan tentang penahanan Sheikh Basfar bertepatan dengan laporan tentang penahanan Sheikh Saud Al-Funaisan, yang ditangkap pada bulan Maret.

Al-Funaisan adalah seorang profesor universitas dan mantan dekan fakultas Syariah di Universitas Al-Imam di Riyadh.

Namun, beberapa pihak melalui media sosial memuji penahanan mereka sebagai bagian dari tindakan keras terhadap ekstremisme di kerajaan tersebut, berdasarkan rencana Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) untuk mencitrakan Arab Saudi sebagai negara Islam moderat.

Tetapi sejumlah besar orang Saudi mengungkapkan kemarahan mereka atas penahanan para ulama terkemuka tersebut, sebagaimana dilaporkan surat kabar Rai Al Youm. ''Elite yang kita butuhkan ada di penjara,'' kecam seorang warga Arab Saudi di Twitter yang dikutip surat kabar tersebut.

Akun Twitter warga Saudi lainnya berkomentar; ''Ulama kami ditahan secara sewenang-wenang, sementara orang-orang tidak berharga menikmati kebebasan dan menyebarkan korupsi di negara ini. Ini adalah kampanye terbuka untuk menyingkirkan Islam dan menyebarkan kejahatan di tanah Haramain.''

Pemerintah Arab Saudi belum berkomentar atas laporan penangkapan dan penahanan kedua tokoh Muslim tersebut.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Olympic, Basket
wwwwww