Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
DPR RI
16 jam yang lalu
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
2
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
Peristiwa
10 jam yang lalu
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
3
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
4
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
GoNews Group
9 jam yang lalu
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
5
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
Hukum
13 jam yang lalu
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
6
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Politik
13 jam yang lalu
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Waduh! Relawan yang Sudah Disuntik Vaksin China Kini Malah Positif Corona

Waduh! Relawan yang Sudah Disuntik Vaksin China Kini Malah Positif Corona
Ilustrasi. (Net)
Kamis, 10 September 2020 14:01 WIB
JAKARTA - Salah seorang dari 450 subjek penelitian uji klinis vaksin corona China di Bandung terkonfirmasi Covid-19. Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Unpad Kusnandi Rusmil mengatakan salah satu relawan tersebut diketahui terpapar Covid-19 sebelum dilakukan penyuntikan tahap kedua.

"Jadi dia sudah disuntik pertama kali. Kemudian pergi (ke Semarang), pas pulang dicek lagi swabnya positif," ujarnya saat ditemui di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad, Rabu (9/9).

Berdasarkan prosedur yang diberikan kepada para relawan, mereka tak boleh keluar kota dan menjaga kondisi tubuh dan imunitas. Jika relawan akan bepergian keluar kota terutama zona merah, maka mereka harus melaporkan kepada tim pengawas.

Menanggapi hal ini, Kusnandi menyebut pihaknya berencana melakukan penyuntikan ulang vaksin terhadap relawan tersebut. "Tetap kita lakukan penyuntikan ulang dengan pemantauan," ucapnya.

Menurut Kusnandi, terpaparnya seorang relawan bukan berasal dari vaksin. Sebab, vaksin Sinovac yang sedang diteliti saat ini adalah vaksin yang sudah dimatikan. "Yang disuntik kan vaksin yang mati. Kalau PCR (reaktif) karena virus yang hidup. Dia (relawan) ada kontak ke Semarang," ungkapnya.

Kusnandi menjelaskan, dalam penelitian vaksin ini jika ada relawan yang ketahuan positif Covid-19 saat pemeriksaan pertama atau kunjungan pertama, dipastikan tidak memenuhi syarat dan tidak akan mendapatkan vaksinasi.

"Kalau yang sudah disuntik (kemudian positif Covid-19) nanti ada ulangannya. Kalau sudah bagus (negatif) kita suntik lagi," ujarnya.

Berdasarkan catatan CNNIndonesia.com, tenaga laboratorium tim riset FK Unpad Sunaryati Sudigdoadi menjelaskan, relawan yang selesai disuntik untuk kedua kali (V2) atau 14 hari berikutnya, diminta kembali datang untuk vaksinasi yang kedua. Setelah itu, subjek dipantau oleh tim.

"Selama enam bulan dipantau subjek kalau ada gejala-gejala seperti Covid, ada batuk demam dan segala itu, segera melaporkan karena kita akan menindaklanjuti," kata Titi (6/8).

Namun demikian, Titi menuturkan, bisa jadi gejala yang timbul bukan karena Covid-19. Untuk memastikan hal itu, subjek akan menjalani tes swab di Puskesmas.

"Untuk memastikan kalau misalnya hasil PCR negatif karena gejala flu biasa tidak apa-apa, subjek terus lanjut. Kalau positif di tengah jalan, mereka harus dilayani oleh petugas kesehatan apakah itu nanti pengobatan Puskesmas lokal kalau gejala ringan tidak perlu dirawat, kalau sampai berat harus dimasukkan ke rumah sakit. Itu juga prosesnya tetap lanjut," kata Titi.

Seluruh relawan uji klinis vaksin mendapatkan asuransi kesehatan. Sehingga, jika dalam masa percobaan subjek penelitian mengalami sakit, biaya perawatan akan ditanggung.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:GoNews Group, Kesehatan, Pemerintahan, Peristiwa, DKI Jakarta
wwwwww