Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
Umum
24 jam yang lalu
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
2
Gagal jadi Anggota DPR, Budiman Sudjatmiko Kebagian jadi Komisaris PTPN V Riau
Peristiwa
15 jam yang lalu
Gagal jadi Anggota DPR, Budiman Sudjatmiko Kebagian jadi Komisaris PTPN V Riau
3
Lagi, Satu Prajurit Gugur Ditembak KKB di Intan Jaya
Peristiwa
23 jam yang lalu
Lagi, Satu Prajurit Gugur Ditembak KKB di Intan Jaya
4
Reklamasi Sebabkan Kerusakan Ekosistem Teluk Ambon, LaNyalla Desak Lakukan Rehabilitasi
Politik
24 jam yang lalu
Reklamasi Sebabkan Kerusakan Ekosistem Teluk Ambon, LaNyalla Desak Lakukan Rehabilitasi
5
Beredar Formulasi Nomor dan Kode Cek HP Disadap, Ini Imbauan Legislator Komisi Hukum DPR...
Umum
23 jam yang lalu
Beredar Formulasi Nomor dan Kode Cek HP Disadap, Ini Imbauan Legislator Komisi Hukum DPR...
6
Bejat, Eks Anggota DPRD 5 Periode dari PAN Ini Perkosa Anak Kandung
Politik
24 jam yang lalu
Bejat, Eks Anggota DPRD 5 Periode dari PAN Ini Perkosa Anak Kandung
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Ada Patogen Virus Corona pada Kemasan, Produk Ikan Beku Asal Sumut Dilarang Masuk China

Ada Patogen Virus Corona pada Kemasan, Produk Ikan Beku Asal Sumut Dilarang Masuk China
Ilustrasi ikan layur beku. (int)
Sabtu, 19 September 2020 13:48 WIB

JAKARTA - Otoritas China menemukan jejak patogen virus corona pada kemasan produk seafood (makanan laut) asal Indonesia yang diekspor PT Putri Indah. Karena itu, produk tersebut dilarang masuk ke China.

Dikutip dari detikcom, menurut Kantor Bea Cukai China, partikel virus corona ditemukan pada kemasan produk ikan layur beku.

Disadur dari Strait Times, Sabtu (19/9/2020) perusahaan yang berbasis di Sumatera Utara (Sumut) itu tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait larangan yang dikeluarkan oleh otoritas China.

China belakangan ini tengah memperketat produk impor dan makanan beku di tengah merebaknya pandemi virus corona. Larangan kali ini bukan pertama kali terjadi, sejak Juni lalu China telah memberlakukan keputusan serupa setelah menemukan patogen virus corona pada kemasan, wadah, hingga produk daging dan makanan laut.

Di awal September, Bea Cukai China melaporkan hanya enam dari lebih dari 500.000 sampel yang dinyatakan positif corona.

Pada Juli lalu, China melarang beberapa makanan, termasuk udang dari tiga perusahaan asal Ekuador. Pada Agustus lalu, giliran sayap ayam dari Brazil yang dilarang masuk ke Negeri Tirai Bambu.

Larangan impor China menuai aksi sinisme dari BPOM AS yang mengatakan apa yang mereka lakukan tidak bisa dibuktikan. BPOM AS mengatakan tidak ada bukti corona dapat ditularkan melalui makanan dan kemasannya.

Di sisi lain, para peneliti China membalas pernyataan tersebut dengan bukti ilmiah yang membuktikan potensi virus Corona pada salmon dingin mungkin dapat menular selama lebih dari seminggu.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Ekonomi, Kesehatan
wwwwww