Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
19 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  SEA Games

Ada Patogen Virus Corona pada Kemasan, Produk Ikan Beku Asal Sumut Dilarang Masuk China

Ada Patogen Virus Corona pada Kemasan, Produk Ikan Beku Asal Sumut Dilarang Masuk China
Ilustrasi ikan layur beku. (int)
Sabtu, 19 September 2020 13:48 WIB

JAKARTA - Otoritas China menemukan jejak patogen virus corona pada kemasan produk seafood (makanan laut) asal Indonesia yang diekspor PT Putri Indah. Karena itu, produk tersebut dilarang masuk ke China.

Dikutip dari detikcom, menurut Kantor Bea Cukai China, partikel virus corona ditemukan pada kemasan produk ikan layur beku.

Disadur dari Strait Times, Sabtu (19/9/2020) perusahaan yang berbasis di Sumatera Utara (Sumut) itu tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait larangan yang dikeluarkan oleh otoritas China.

China belakangan ini tengah memperketat produk impor dan makanan beku di tengah merebaknya pandemi virus corona. Larangan kali ini bukan pertama kali terjadi, sejak Juni lalu China telah memberlakukan keputusan serupa setelah menemukan patogen virus corona pada kemasan, wadah, hingga produk daging dan makanan laut.

Di awal September, Bea Cukai China melaporkan hanya enam dari lebih dari 500.000 sampel yang dinyatakan positif corona.

Pada Juli lalu, China melarang beberapa makanan, termasuk udang dari tiga perusahaan asal Ekuador. Pada Agustus lalu, giliran sayap ayam dari Brazil yang dilarang masuk ke Negeri Tirai Bambu.

Larangan impor China menuai aksi sinisme dari BPOM AS yang mengatakan apa yang mereka lakukan tidak bisa dibuktikan. BPOM AS mengatakan tidak ada bukti corona dapat ditularkan melalui makanan dan kemasannya.

Di sisi lain, para peneliti China membalas pernyataan tersebut dengan bukti ilmiah yang membuktikan potensi virus Corona pada salmon dingin mungkin dapat menular selama lebih dari seminggu.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Ekonomi, SEA Games
wwwwww