Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kemendes Transformasikan Rp12 Triliun Keuangan Mikro Desa
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Kemendes Transformasikan Rp12 Triliun Keuangan Mikro Desa
2
Berikut Kronologi Perwira Brimob 'Smack Down' Anggota Dalmas Polri saat Amankan Demo di Jambi
Peristiwa
17 jam yang lalu
Berikut Kronologi Perwira Brimob Smack Down Anggota Dalmas Polri saat Amankan Demo di Jambi
3
Bantah Video Brimob Nyamar jadi Mahasiswa di Jambi, Polri Sebut Hanya Salah Paham
Peristiwa
17 jam yang lalu
Bantah Video Brimob Nyamar jadi Mahasiswa di Jambi, Polri Sebut Hanya Salah Paham
4
Prancis Tutup Masjid karena Kecam Guru Gunakan Kartun Nabi Sebagai Materi Kebebasan Berekspresi
Internasional
16 jam yang lalu
Prancis Tutup Masjid karena Kecam Guru Gunakan Kartun Nabi Sebagai Materi Kebebasan Berekspresi
5
Iriana Berjilbab Saat Dampingi Jokowi Sambut PM Jepang
Internasional
20 jam yang lalu
Iriana Berjilbab Saat Dampingi Jokowi Sambut PM Jepang
6
Rencana Kominfo Blokir Medsos, PKS: Bisa Mengancam Kebebasan Berekspresi
DPR RI
13 jam yang lalu
Rencana Kominfo Blokir Medsos, PKS: Bisa Mengancam Kebebasan Berekspresi
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi

Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
Kaca Masjid Nurul Jamil hancur karena dilempari seorang pria dengan batu, Rabu (23/9/2020) pagi. (republika.co.id)
Kamis, 24 September 2020 09:18 WIB

BANDUNG - Seorang pria melakukan pengrusakan terhadap Masjid Nurul Jamil di Jalan Bukit Dago Selatan, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/9) sekitar pukul 06.00 WIB.

Sebagian kaca masjid, jendela sekretariat dan kaca jendela tempat tinggal marbot hancur akibat terkena lemparan batu.

Dikutip dari Republika.co.id, marbot Masjid Nurul Jamil, Arif Rahmat (38), menuturkan, sekitar pukul 06.00 WIB, dia dikejutkan teriakan orang tidak di kenal di halaman masjid. Saat itu, ia mengaku sedang berada dalam ruangan marbot.

''Jam 06.00 WIB, pelaku datang teriak-teriak, saat itu masjid kosong. Pelaku menyuruh orang-orang keluar tapi gak ada yang keluar karena takut, cuma saya yang keluar,'' ujarnya saat ditemui di Masjid Nurul Jamil, Rabu (23/9).

Ads

Ia melanjutkan, pria yang tidak dikenal tersebut berteriak-teriak akan menghabisi nyawanya sambil membawa kayu yang runcing. Karena takut, Arif mengaku sempat menyelamatkan diri ke rumah tangga masjid karena khawatir dianiaya, sedangkan pelaku berada di halaman masjid.

''Dia bilang mau bunuh saya sambil bawa batu besar dan bilang membawa samurai,'' katanya.

Ia pun langsung mencari bantuan ke warga sekitar untuk mengamankan orang tersebut. Saat itu, menurutnya pelaku merusak kaca sebagian jendela menggunakan batu yang dipegangnya. Pelaku pun terus berkeliaran di halaman masjid dan seputar area masjid.

Arif mengungkapkan, saat mencari bantuan pelaku sempat mengejarnya. Ia mengaku tidak kenal dengan pelaku. Menurutnya, kondisi pelaku terlihat bersih dan normal serta menggunakan sarung dan tidak memakai baju.

''Fisiknya normal, bersih. Saat di sini memakai sarung dan gak pakai pakaian (baju, red),'' katanya.

Sambungnya, salah seorang pesepeda yang lewat di jalur tersebut menjadi korban pemukulan pelaku. ''Pesepeda yang lewat dihajar, dipukul ambil batu bata, punggungnya dilempar,'' imbuhnya.

Sudah Ditahan

Pelaku yang kemudian diketahui berinisial DB, ditangkap oleh warga dan diserahkan ke pihak kepolisian. Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolrestabes Bandung di Jalan Jawa, Bandung.

''Pukul 06.00 WIB diketahui ada seseorang berinisial DB di Jalan Bukit Dago Selatan itu melakukan pelemparan batu ke masjid sehingga kacanya pecah,'' ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya di Mapolrestabes Bandung, Rabu (23/9).

''Saat ini tersangka atas nama DB kita tahan untuk didalami pemeriksaannya," sambungnya.

Ulung menambahkan, pelaku merupakan warga Bandung Kulon, namun sementara ini tinggal di Dago. Jarak rumah pelaku dengan masjid hanya sekitar 1 kilometer.

''Dia tidak ada pekerjaan, sebagai pengangguran, jadi mondar mandir saja. Saat ini motif masih kita dalami. Yang jelas tindakan pelemparan ini, yang kita proses dulu unsur perbuatannya,'' katanya.

Menurutnya, pelaku terancam hukuman minimal dua tahun penjara hingga 5 tahun dengan pasal yang dikenakan 406 KUHP.

Ulung mengimbau masyarakat Kota Bandung tenang dan waspada serta saling menjaga dan saling mengingatkan. ''Apabila ada informasi yang diperlukan, silakan menghubungi Bhabinkamtibmas, ke Polsek atau ke Koramil terdekat,'' tambahnya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Peristiwa, Hukum
wwwwww