Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
22 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
22 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
22 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Olympic

Aksi Mahasiswa di Belakang Istana Kepresidenan Rusuh 'Maju, Satu Kata Lawan!'

Aksi Mahasiswa di Belakang Istana Kepresidenan Rusuh Maju, Satu Kata Lawan!
Kericuhan di sekitar Istana. (Liputan6.com)
Kamis, 08 Oktober 2020 17:13 WIB
JAKARTA - Ratusan massa dari berbagai organisasi mahasiswa yaang menggelar aksi unjuk rasa menolah Undang-Undang Cipta Kerja di  Simpang Harmoni, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat bentrok dengan aparat kepolisian.

Dilansir GoNews.co Dari Liputan6.com, Massa yang meneriakan yel-yel penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja berupaya merangksek barikade kepolisian yang menutup akses menuju ke Istana Kepresidenan.

"Maju, Lawan. Tolak Omnibus Law!,” ucap sejumlah massa yang berorasi, Kamis (8/10/2020).

Polisi, yang membuat barikade, tetap bertahan dan menghalau massa dengan tembakan gas air mata. Massa yang mengenakan sejumlah jas almamater perguruan tinggi melempar batu dan pecahan-pecahan botol ke arah aparat.

Hingga kini, aksi lemparan dan serang massa ke arah polisi yang berjaga di sekitar jalan Majapahit dan Ir Djuanda masih berlangsung.

Sejumlah polisi melalu pengeras suara mengimbau kepada massa untuk tenang dan tidak melakukan aksi perlawanan.

Adik-adik mahasiswa tenang. Tidak usah menggunakancara-cara anarkis seperti ini,” ucap salah seorang polisi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:liputan6.com
Kategori:Olympic, Beladiri, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww