Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
12 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
16 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Sumbar Senin Pagi

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Sumbar Senin Pagi
Ilustrasi gempa bumi. (kompas.om)
Senin, 19 Oktober 2020 09:49 WIB

JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang sebagian wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (19/10/2020) pagi, pukul 05.48 WIB.

Akun Twitter resmi @infoBMKG milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), melaporkan, pusat gempa berlokasi di laut pada jarak 38 km arah Barat Daya Pulau Pagai Selatan, Sumatera Barat.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan, pusat gempa berada di kedalaman 21 kilometer. Episenter gempa terletak pada koordinat 3,34 lintang selatan dan 100,26 bujur timur.

Daryono menyebutkan, gempa di laut Pulau Pagai Selatan ini merupakan gempa tektonik.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi.

''Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),'' kata Daryono saat dihubungi Kompas.com, Senin (19/10/2020).

Daryono mengatakan, guncangan gempa yang terjadi di pantai barat Sumatera ini juga dirasakan di daerah Mukomuko, Bengkulu.

''Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Mukomuko dalam skala II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, juga dilaporkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang,'' kata Daryono.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Hasil pemodelan BMKG juga menunjukan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

''Hingga hari Senin, 19 Oktober 2020 pukul 06.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),'' sambung Daryono.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Olympic
wwwwww