Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
11 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
11 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
6 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
6 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
5 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
5 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tolak Dana PEN untuk JIS dan TIM, PSI Singgung Pencitraan Eksekutif

Tolak Dana PEN untuk JIS dan TIM, PSI Singgung Pencitraan Eksekutif
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Viani Limardi (kiri), dalam sebuah kesempatan. (foto: dok. ist. via media sosial @ms.tionghoa)
Senin, 26 Oktober 2020 15:01 WIB
JAKARTA - Anggota fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Viani Limardi menyebut, prioritas Gunernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam implementasi PEN, bukan untuk menyelesaikan permasalahan Ibu Kota dan hanya membangun citra.

Menurut Viani, "(Anies, red) lebih fokus ke pembangunan fisik yang gampang terlihat seperti JIS dan TIM, untuk membangun citra,".

Hal tersebut disampaikan Viani dalam rilis resmi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta, Senin (26/10/2020), yang menegaskan penolakan atad penggunaan dana pinjaman PEN untuk membangun Jakarta International Stadium (JIS) dan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

Rencana penggunaan dana PEN-yang bersumber dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI-untuk dua proyek tersebut, diungkap dalam rapat pembahasan perubahan APBD tahun 2020 antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru-baru ini, menurut PSI.

Rilis itu menyebut, proyek JIS akan mendapatkan anggaran Rp 1,18 triliun pada 2020 dan Rp 2,47 triliun pada 2021, sehingga totalnya Rp 3,65 triliun. Sementara proyek revitalisasi TIM akan mendapat anggaran Rp 200 miliar pada 2020 dan Rp 1,25 triliun pada 2021, totalnya Rp 1,45 triliun. Sehingga total dana pinjaman untuk kedua proyek ini adalah Rp 5,1 triliun.

Penolakan PSI, kata Viani, lantaran masih ada proyek lain yang dinilai oleh partai besutan Grace Natalie itu lebih tepat untuk didanai karena pertimbangan urgensi manfaat bagi masyarakat Jakarta.

Viani, menyebut proyek Infrastruktur Jaringan Air Bersih yang pembiyaannya baru disetujui separuh di APBD. Selain itu, ada juga proyek Pembangunan LRT Fase II yang anggaran senilai Rp 577 miliarnya di APBD 2020 belakangan telah dihapus.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Metropolitan, Ekonomi
wwwwww