Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anggarkan Rp7,9 Miliar untuk Pelatihan, Pemprov Jatim jadi Role Model bagi PMI
Peristiwa
21 jam yang lalu
Anggarkan Rp7,9 Miliar untuk Pelatihan, Pemprov Jatim jadi Role Model bagi PMI
2
Kisah Profesor Matematika yang Meyakini Kebenaran Alquran Setelah Baca Surah Az-Zariyat Ayat 52-53
Umum
19 jam yang lalu
Kisah Profesor Matematika yang Meyakini Kebenaran Alquran Setelah Baca Surah Az-Zariyat Ayat 52-53
3
Siswi SMP Ini Minta Dinikahkan karena Bosan Belajar Daring
Pendidikan
18 jam yang lalu
Siswi SMP Ini Minta Dinikahkan karena Bosan Belajar Daring
4
Syarief Hassan Sebut Deklarasi Papua Merdeka Tindakan Makar
MPR RI
15 jam yang lalu
Syarief Hassan Sebut Deklarasi Papua Merdeka Tindakan Makar
5
Kepincut Teqball, Mantan Pemain Timnas: Ada Kenikmatan dan Keindahan
Olahraga
9 jam yang lalu
Kepincut Teqball, Mantan Pemain Timnas: Ada Kenikmatan dan Keindahan
6
PT Telekomunikasi Indonesia Resmi Ganti Nama
Ekonomi
14 jam yang lalu
PT Telekomunikasi Indonesia Resmi Ganti Nama
Home  /  Berita  /  Pendidikan

Siswa SMP Gantung Diri Setelah Keluhkan Banyaknya Tugas dari Guru Selama PJJ

Siswa SMP Gantung Diri Setelah Keluhkan Banyaknya Tugas dari Guru Selama PJJ
Ilustrasi jenazah. (int)
Rabu, 28 Oktober 2020 07:20 WIB

TARAKAN - Seorang siswa SMP ditemukan tewas tergantung di rumahnya di RT 32, Kelurahan Sebengkok, Tarakan, Kalimantan Timur, Selasa (27/10) sore, sekitar 17.00 Wita.

Sebelum meninggal, remaja berusia 15 tahun itu sempat mengeluhkan banyaknya tugas yang diberikan guru selama belajar daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

''Berdasarkan keterangan beberapa saksi, korban ini orangnya pendiam, tapi pernah mengeluh karena banyak tugas dari sekolah,'' kata Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polresta TarakanIptu Muhammad Aldi saat dihubungi Antara di Tarakan, Selasa (27/10).

Jasad korban kemudian dibawa aparat Polresta Tarakan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk dilakukan visum.

''Hasil visum tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan. Posisi korban lidahnya tergigit dan mengeluarkan kotoran, dugaan awal kami memang merupakan murni gantung diri,'' kata Aldi.

Penyidik juga sudah mendatangi dan memeriksa beberapa saksi yang pertama kali menemukan korban di tempat kejadian perkara (TKP).

''Saksi yang diperiksa baik itu dari keluarga atau dari kerabat yang diminta tolong, termasuk orang tua korban,'' kata Aldi.

Warga mengaku prihatin dan meminta agar pihak sekolah dan orangtua menjadikan kasus ini sebagai pelajaran terkait sistem PJJ.

Kartini, salah seorang orangtua siswa di Tarakan, mengatakan, banyaknya tugas yang diberikan guru disertai ancaman tidak mendapat nilai bila tidak mengerjakan, bisa membuat siswa stres.

''Hal yang dikhawatirkan terjadi. Bagaimana anak tidak stres mendapat beban dan ancaman dari pengajar terkait nilai. Belum lagi masalah biaya pulsa dan jaringan internet banyak bermasalah,'' ujar Kartini.

Selain itu, kata Kartini, tidak semua orang tua punya kemampuan dan kesempatan mendampingi dan membantu anaknya belajar di rumah.

Ia berharap, PJJ segera dievaluasi, termasuk sikap para guru yang memberikan banyak tugas dan mengancam siswa.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Peristiwa, Pendidikan
wwwwww