Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
10 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
9 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
4 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
4 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
4 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
4 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Olympic

Soroti Kerumunan Simpatisan HRS, PKB Minta Satgas Covid Panggil Anies

Soroti Kerumunan Simpatisan HRS, PKB Minta Satgas Covid Panggil Anies
Suasana Maulid Nabi di kediaman Habib Rizieq Sihab. (Foto: Detik.com)
Sabtu, 14 November 2020 20:46 WIB
JAKARTA - Kerumunan dari simpatisan Habib Rizieq Syihab (HRS) saat masa pandemi virus Corona (Covid-19) menjadi sorotan publik.

Ketua DPP PKB Daniel Johan menilai Satgas Penanganan Covid-19 pusat perlu memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memperjelas kebijakan DKI terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"Saya rasa Satgas Pusat harus memanggil Gubernur DKI untuk konsolidasi ulang memperjelas dan memperkuat kebijakan," kata Daniel kepada wartawan, Sabtu (14/11/2020). Daniel mengatakan ini saat menjawab pertanyaan soal simpatisan Habib Rizieq yang sempat berkerumun dalam sejumlah kesempatan di Jakarta.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini menjelaskan kebijakan yang perlu dipertegas adalah apakah DKI masih ingin tetap menerapkan PSBB transisi atau tidak. Sebab, dengan adanya kerumunan di Jakarta yang terkesan diabaikan saat kedatangan Habib Rizieq, kata Daniel, kebijakan PSBB transisi menjadi tidak jelas.

"Mau tetap atasi Covid dengan pembatasan atau memang kembali normal," ujarnya.

Menurut Daniel, adanya fenomena kerumunan simpatisan Habib Rizieq di Ibu Kota membuat banyak masyarakat bingung dan kecewa. Ia menilai seakan-akan pengorbanan sebagian masyarakat yang patuh protokol kesehatan serta sudah membatasi aktivitas jadi tidak berarti lagi.

"Iya nih kok jadi nggak jelas gitu, masyarakat jadi bingung dan kecewa, pengorbanan mereka selama ini untuk tidak dan membatasi aktivitas jadi seperti tidak ada artinya," tutur Daniel.

Lebih lanjut Daniel berharap Habib Rizieq dapat ikut ambil bagian untuk dalam mengatasi pandemi Covid-19. Khususnya mengajak umat Islam menerapkan protokol kesehatan.

"Kita berharap Habib (Rizieq) bisa menjadi bagian agar Indonesia bisa mengatasi dan melewati bencana pandemi Covid dengan baik, sama-sama menjaga umat, memberi keyakinan agar protokol Covid dijalankan dengan sebaiknya," kata dia.

"Agar semua tetap sehat dan selamat dari penularan, kita kuatir rumah sakit kewalahan bila tingkat penularan massif melebihi kapasitas yang ada," sambung Daniel.

Diketahui, banyak pendukung Habib Rizieq Syihab (HRS) yang memenuhi kawasan Bandara Soetta pada Selasa (10/11) pagi. Mereka sengaja datang untuk menyambut kedatangan Habib Rizieq ke Tanah Air.

Kerumunan tersebut juga membuat kemacetan panjang terjadi di jalan akses tol Sedyatmo sejak Subuh hingga menjelang ketibaan HRS. Bahkan banyak penerbangan pesawat yang ditunda (delay) akibat penyambutan itu.

Saat Habib Rizieq telah sampai Jakarta, ratusan massa juga turut memenuhi memenuhi kawasan rumahnya di Petamburan, Jakarta.

Lebih lanjut, malam ini Habib Rizieq akan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Jakarta Pusat. Ia juga akan menikahkan putrinya, yang bernama Najwa Syihab.

Para tamu pun mulai berdatangan ke lokasi tersebut dan memenuhi sekitar rumah Habib Rizieq di Jalan KS Tubun, Petamburan, sejak pukul 17.13 WIB. Sebagian orang tampak menggunakan masker, sementara ada juga yang tidak menggunakan masker dengan benar.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:PON, Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww