Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Olympic

Gempa M 5,2 Guncang Sumbar, Warga Berlarian ke Luar Rumah

Gempa M 5,2 Guncang Sumbar, Warga Berlarian ke Luar Rumah
Rabu, 18 November 2020 13:08 WIB
PADANG - Gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,2 terjadi di laut pada jarak 57 kilometer arah barat daya dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Guncangan gempa dirasakan kuat di Kota Padang.

"Saya sedang makan, terasa goyang. Saya pikir mejanya yang goyang, ternyata gempa. Orang pada lari, saya juga ikut lari," kata salah seorang warga di kawasan Tan Malaka Padang, Yanti, Rabu (18/11/2020).

Gempa membuat warga kaget dan keluar dari rumah. Getaran gempa dirasakan beberapa detik. Gempa dirasakan mengentak tanah. Yanti mengaku guncangan gempa hari ini lebih kuat dibandingkan gempa M 6 yang terjadi Selasa (17/11).

"Rasanya jauh lebih kencang dibanding yang kemarin," kata dia. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa ini. Saat ini kondisi sudah kembali seperti semula.

Diketahui gempa M 5,2 terjadi di Pesisir Selatan, Sumbar, pada pukul 11.41 WIB. Lokasi pusat gempa berada pada koordinat 1,81 Lintang Selatan dan 100,34 Bujur Timur.

Pusat gempa di laut atau 57 km arah barat daya dari Kabupaten Pesisir Selatan pada kedalaman 11 km. Gempa ini tak berpotensi menimbulkan tsunami.

Sebelumnya, pada Selasa (17/11), wilayah Sumbar juga diguncang gempa berkekuatan M 6. Guncangan gempa tersebut dirasakan masyarakat Kota Padang sampai Bukittinggi.

"Dirasakan di Kota Padang, Painan III-IV MMI," kata Kepala Bagian Humas BMKG Taufan Maulana menjelaskan kepada wartawan.

Berjenis Gempa Dangkal

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi dengan magnitudo 5,2 di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), berjenis gempa dangkal. Gempa bumi ini terjadi karena aktivitas subduksi.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ujar Rahmat Triyono selaku Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan tertulis, Rabu (18/11/2020).

Gempa bumi tektonik ini terjadi pukul 11.41 WIB di wilayah Samudra Hindia di bagian barat Sumbar. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,75 Lintang Selatan (LS) dan 100,42 Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 47 kilometer (km) arah barat daya dari Kota Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, pada kedalaman 46 km.

BMKG memaparkan dampak dari gempa bumi yang berpusat di laut ini:

- Skala III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) di Painan dan Tuapejat

- Skala II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Padang, Padang Panjang, Padang Pariaman, Solok Selatan

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Rahmat.

Hingga hari pukul 12.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," imbau BMKG. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Sumatera Barat, Olympic
wwwwww