Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Legislator PAN Dorong Pembentukan Tim Pencari Fakta Tewasnya 6 Orang terkait MRS

Legislator PAN Dorong Pembentukan Tim Pencari Fakta Tewasnya 6 Orang terkait MRS
Legislator fraksi PAN DPR RI dapil Sumbar II/Anggota Komisi II DPR RI, Anggota Baleg DPR RI, Guspardi Gaus dalam sebuah kesempatan. (foto: ist.)
Selasa, 08 Desember 2020 17:47 WIB

JAKARTA - Legislator fraksi PAN DPR RI, Guspardi Gaus, mendorong pembentukan tim pencari fakta untuk mendalami insiden yang menewaskan 6 orang di jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12/2020) dini hari lalu.

"Saya sebagai anggota fraksi PAN sungguh-sungguh mengecam insiden ini," tegas Guspardi kepada GoNews.co, Selasa (8/12/2020).

Guspardi menuturkan, pihaknya telah menyimak banyak informasi terkait insiden tersebut. "Kabar yang beredar kan 6 orang tewas itu adalah anggota FPI. Kemudian klaim polisi, enam orang itu melakukan penyerangan terlebih dahulu kepada polisi baik dengan senjata tajam maupun senjata api,".

"Kami juga menyimak informasi bahwa FPI sudah mengklarifikasi bahwa anggotanya tidak memiliki senjata api. Sementara, kamera pengawas dari pengelola tol juga kabarnya dalam keadaan mati," kata Guspardi.

Apapun alasannya, lanjut Guspardi, keenam korban tewas tersebut adalah anak-anak bangsa. "Penembakan di tempat yang dilakukan polisi menurut saya tidak bisa dibenarkan. Karenanya, tegas saya nyatakan, sebaiknya segera dibentuk tim pencari fakta,".

Tim pencari fakta tersebut, kata Guspardi, bisa melibatkan Komnas HAM, "karena ini bisa masuk ke palanggaran hak asasi manusia,".

"Minta Komnas HAM untuk turun dan menginvestigasi apa sebenarnya terjadi. Bagaimanapun, persoalan ini harus segera terang benderang dan kita cegah agar tidak berdampak luas ," kata Guspardi.

Sebagai anggota Komisi II, kata Guspardi, dirinya bertanggungjawab untuk turut mendukung terciptanya kondusifitas kondisi dalam negeri. Kondusifitas tersebut, penting agar pemerintahan negara Republik Indonesia bisa berjalan dengan baik.

"Insiden ini juga terjadi menjelang hari pemungutan suara pilkada 2020, saya harap tidak ada dampak yang meluas berupa gejolak sosial misalnya, yang kemudian menganggu stabilitas keamanan dan kondusifitas penyelenggaran Pilkada. Saya sangat khawatir ada penumpang gelap yang memanfaatkan insiden tewasnya 6 anggota FPI itu," kata Guspardi.

"Sejalan dengan itu juga, saya imbau, sekali lagi saya imbau, masyarakat khususnya umat muslim agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu terkait dengan insiden ini. Persatuan dan Kesatuan kita sebagai bangsa harus kita jaga bersama," imbuh Guspardi.***

wwwwww