Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
8 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
2
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Internasional
15 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
3
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
Umum
7 jam yang lalu
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
4
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
11 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
5
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
Peristiwa
8 jam yang lalu
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
6
50 Tahun Tanpa Renovasi, Masjid Pusat Pembinaan Mualaf Terancam Roboh
Umum
14 jam yang lalu
50 Tahun Tanpa Renovasi, Masjid Pusat Pembinaan Mualaf Terancam Roboh
Home  /  Berita  /  Pendidikan

Wisuda Drive True di IAIN Pekalongan, Anak Kuli Bangunan Ini Diantar Ayahnya Pakai Sepeda

Wisuda Drive True di IAIN Pekalongan, Anak Kuli Bangunan Ini Diantar Ayahnya Pakai Sepeda
Syifa Ma'ruf saat diantar ayahnya naik sepeda ke acara Wisuda. (Foto: Dok. Pribadi untuk GoNews.co)
Selasa, 15 Desember 2020 16:15 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKALONGAN - Syifa Ma'ruf, seorang mahasiswa IAIN Pekalongan dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan diantar sang ayah naik sepeda saat dirinya akan di wisuda secara drive thru pada Selasa (15/12/2020).

Memilih naik sepeda saat diwisuda bukan karena ia ingin mencari sensasi, namun di momen yang bersejarah ini, motor satu-satunya yang dimiliki keluarganya mengalami kerusakan. Selain itu, ia juga ingin menampilkan suasana yang berbeda dari peserta wisuda lainnya.

"Selain ingin suasana berbeda, tapi kebetulan nih motor satu-satunya juga rusak," ujarnya kepada GoNews.co.

Usai diwisuda, Ia berkeinginan memanfaatkan ilmu yang didapat di kampus untuk membantu kedua orang tuanya. Ia tidak mau mengikuti jejak sang ayah, yang hanya berprofesi sebagai kuli bangunan. "Ya intinya membantu orangtua agar kehidupan keluarga lebih baik," tukasnya.

Sang Ayah yang bernama Sobirin juga mengamini keinginan sang anak. Ia yang hanya pekerja kuli bangunan menginginkan anaknya sukses dan tidak mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang kuli.

"Tidak seorangpun menginginkan anaknya menderita. Saya berharap anak saya bisa sukses dan tidak bernasib sama dengan saya," tandasnya.***

wwwwww