Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
23 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
22 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
22 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
4
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
24 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
5
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
22 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
6
KMSPJ Serahkan Piala JYA 2026 ke Atlet Catur Mahasiswi UNJ Laysa Latifah
Metropolitan
23 jam yang lalu
KMSPJ Serahkan Piala JYA 2026 ke Atlet Catur Mahasiswi UNJ Laysa Latifah
Home  /  Berita  /  Umum

Wisuda Drive True di IAIN Pekalongan, Anak Kuli Bangunan Ini Diantar Ayahnya Pakai Sepeda

Wisuda Drive True di IAIN Pekalongan, Anak Kuli Bangunan Ini Diantar Ayahnya Pakai Sepeda
Syifa Ma'ruf saat diantar ayahnya naik sepeda ke acara Wisuda. (Foto: Dok. Pribadi untuk GoNews.co)
Selasa, 15 Desember 2020 16:15 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKALONGAN - Syifa Ma'ruf, seorang mahasiswa IAIN Pekalongan dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan diantar sang ayah naik sepeda saat dirinya akan di wisuda secara drive thru pada Selasa (15/12/2020).

Memilih naik sepeda saat diwisuda bukan karena ia ingin mencari sensasi, namun di momen yang bersejarah ini, motor satu-satunya yang dimiliki keluarganya mengalami kerusakan. Selain itu, ia juga ingin menampilkan suasana yang berbeda dari peserta wisuda lainnya.

"Selain ingin suasana berbeda, tapi kebetulan nih motor satu-satunya juga rusak," ujarnya kepada GoNews.co.

Usai diwisuda, Ia berkeinginan memanfaatkan ilmu yang didapat di kampus untuk membantu kedua orang tuanya. Ia tidak mau mengikuti jejak sang ayah, yang hanya berprofesi sebagai kuli bangunan. "Ya intinya membantu orangtua agar kehidupan keluarga lebih baik," tukasnya.

Sang Ayah yang bernama Sobirin juga mengamini keinginan sang anak. Ia yang hanya pekerja kuli bangunan menginginkan anaknya sukses dan tidak mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang kuli.

"Tidak seorangpun menginginkan anaknya menderita. Saya berharap anak saya bisa sukses dan tidak bernasib sama dengan saya," tandasnya.***

wwwwww