Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lawan Uji Coba Timnas Indonesia Alami Perubahan
Sepakbola
15 jam yang lalu
Lawan Uji Coba Timnas Indonesia Alami Perubahan
2
PDIP Bisa Usung Capres 2024 Tanpa Koalisi, Ganjar atau Puan?
Politik
24 jam yang lalu
PDIP Bisa Usung Capres 2024 Tanpa Koalisi, Ganjar atau Puan?
3
Penjarakan Nasabah Gara-gara Salah Transfer Rp51 Juta, Begini Penjelasan BCA
Hukum
24 jam yang lalu
Penjarakan Nasabah Gara-gara Salah Transfer Rp51 Juta, Begini Penjelasan BCA
4
Skuad Timnas Jalani Vaksinasi, Nades: Berjalan Normal dan Lancar
Sepakbola
15 jam yang lalu
Skuad Timnas Jalani Vaksinasi, Nades: Berjalan Normal dan Lancar
5
Wapres: Vaksin Itu Penting Bagi Atlet
Olahraga
24 jam yang lalu
Wapres: Vaksin Itu Penting Bagi Atlet
6
Soal Tuan Rumah Olimpiade 2032, Status Indonesia Ditingkatkan
Olahraga
22 jam yang lalu
Soal Tuan Rumah Olimpiade 2032, Status Indonesia Ditingkatkan
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Pemerintah Diminta Tegas dan Tak Tebang Pilih Tegakkan Protokol Kesehatan

Pemerintah Diminta Tegas dan Tak Tebang Pilih Tegakkan Protokol Kesehatan
Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan. (Foto: MPR)
Sabtu, 16 Januari 2021 15:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan, menyoroti efektifitas langkah Pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19.

Pasalnya, jumlah kasus harian Covid-19 semakin besar dari hari ke hari serta belum ada potensi pelandaian kasus. Menurutnya, kondisi ini memberikan indikasi kalau Pemerintah harus lebih fokus memprioritaskan meningkatkan efektivitas kerja dalam menekan laju Pandemi Covid-19.

"Memang, kasus harian positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tiga hari terakhir. Berdasarkan data dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 menunjukkan kenaikan kasus positif harian mencapai 12.818 kasus pada Jumat, (15/1/2021). Angka ini adalah angka kasus harian tertinggi sejak Covid-19 masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020, sehingga total kasus menjadi 882.418 kasus dan 25.484 diantaranya meninggal dunia," ujar Syarief Hasan, Sabtu (16/1/2021).

Ads

Angka ini kata Syarief Hasan, juga menempatkan Indonesia pada peringkat 3 (tiga) negara dengan kasus positif tertinggi di benua Asia. Jumlah kasus ini juga melampaui kasus positif di China yang merupakan pusat awal Pandemi Covid-19.

"Berdasarkan data dari Worldometers, jumlah kasus positif Covid-19 di China hanya 87.844 kasus dengan rata-rata kasus harian sebulan terakhir di bawah 10 kasus," tandasnya.

"Pemerintah seharusnya mampu menekan laju penyebaran Pandemi Covid-19 di Indonesia dengan berbagai sumber daya yang dikelola oleh Pemerintah. Apalagi, Pemerintah juga telah dibekali dengan anggaran yang sangat besar untuk penanganan dan penekanan laju Pandemi Covid-19," timpalnya.

Data dari World Healt Organization (WHO) pun menunjukkan bahwa positivity rate Indonesia semakin tinggi. Perlu diketahui, positive rate adalah persentase kasus positif dibanding total kasus yang diperiksa. Positivity rate di Indonesia sangat tinggi yaitu 25,07 persen melampaui jauh positivity rate aman yang ditetapkan WHO yakni di bawah 5 persen.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini pun mendorong Pemerintah untuk menyelesaikan persoalan dengan pendekatan penyelesaian dari hulu ke hilir. "Lebih baik fokus dulu dalam menghambat laju penyebaran Covid-19. Sebab, kondisi ini akan terus berpengaruh terhadap ekonomi, sosial dan sektor lainnya jika hulu masalahnya tidak diselesaikan," tukasnya.

Ia juga menekankan agar Pemerintah menunjukkan ketegasan dan tidak pandang bulu dalam implementasi protokoler kesehatan. "Banyaknya kasus disebabkan oleh karena kurangnya kepatuhan terhadap protokoler kesehatan. Pemerintah harus mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan bersikap tegas tidak pilih kasih dalam implementasi New Normal," tegasnya.

Ia juga mendorong kepada Pemerintah untuk segera mempercepat melakukan vaksinasi khususnya kepada rakyat kurang mampu. "Vaksinasi ini penting agar kekebalan tubuh masyarakat semakin meningkat dalam menghadapi Pandemi yang tidak kunjung usai ini. Sembari, pemerintah harus sesegera mungkin menekan laju penyebaran Covid-19 yang terus bertambah," pungkasnya.***

wwwwww