Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
10 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
12 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
9 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
7 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Home  /  Berita  /  Nasional

Waspada! Tingkat Kematian Virus Nipah 75 persen, Kelelawar dari Malaysia Bergerak ke Sumatera

Waspada! Tingkat Kematian Virus Nipah 75 persen, Kelelawar dari Malaysia Bergerak ke Sumatera
Ilustrasi migrasi kelelawar. (gambar: tangkapan layar video austin's nocturnal neighbors)
Rabu, 27 Januari 2021 11:49 WIB
JAKARTA - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI, Didik Budijanto menyatakan, Indonesia harus selalu waspada terhadap potensi penularan virus Nipah dari hewan ternak babi di Malaysia melalui kelelawar pemakan buah.

"Karena dari beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya kelelawar buah bergerak secara teratur dari Semenanjung Malaysia ke Pulau Sumatera khususnya Sumatera Utara yang dekat dengan Malaysia," kata Didik dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (27/1/2021).

Lansiran itu menyebut, virus Nipah berasal dari nama sebuah kampung di Malaysia, Sungai Nipah. Virus Nipah disebut memiliki tingkat kematian 75 persen dan sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya.

Notif.id melansir, hasil pengkajian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) menyebut bahwa virus Nipah dapat ditularkan melalui cairan, seperti darah, urin, dan air liur dari hewan yang terinfeksi virus tersebut.

Penularan juga dapat terjadi melalui produk makanan yang terkontaminasi cairan hewan yang terinfeksi. Misalnya, kurma atau buah-buahan yang terkena air liur atau air seni dari kelelawar pembawa virus Nipah.

Tak hanya itu, CDC menyebutkan, orang yang terjangkit virus Nipah dapat mengalami gejala pernapasan, seperti batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, dan ensefalitis, pembengkakan otak yang dapat menyebabkan kejang dan kematian.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Olympic, Voli, Nasional, SEA Games, Badminton, DKI Jakarta, Sumatera Utara
wwwwww