Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Kriminal

Komisi X Tekankan Pentingnya PJP Menjawab Tantangan Era 4.0

Komisi X Tekankan Pentingnya PJP Menjawab Tantangan Era 4.0
Wakil Ketua Komisi X DPR RI/Politisi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian saat memimpin rapat PJP secara virtual bersama pemerintah, Kamis (4/2/2021). (gambar: tangkapan layar)
Jum'at, 05 Februari 2021 12:14 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI, Hetifah Sjaifudian menyatakan, PJP (peta jalan pendidikan) merupakan hal yang urgen untuk menjawab kebutuhan Revolusi Industri 4.0.

"Revolusi Industri 4.0 akan mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, salah satunya teknologi. Oleh karena itu, PJP perlu mengakomodir kebutuhan SDM yang mampu menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 dan mampu bersaing di pasar global," kata Hetifah saat memimpin rapat kerja dengan pemerintah Kamis, kemarin.

Hetifah, juga mengingatkan pentingnya sektor pendidikan untuk menjembatani ketersediaan tenaga kerja dengan kebutuhan DUDI (dunia usaha dan industri)

"Kebutuhan DUDI dan ketersediaan tenaga kerja berbeda di setiap daerah. Di Bali, kebutuhan SDM pariwisata tinggi sedangkan di Jawa Barat yang menonjol adalah kebutuhan ahli teknologi rekayasa. Karenanya, link and match antara pendidikan dan industri juga harus ditingkatkan," kata Hetifah dikutip dari catatan rapat tersebut, Jumat (5/2/2021).

Rapat yang membahas kaitan sektor penelitian teknologi, kebutuhan industri strategis, serta link and match pendidikan dengan dunia kerja dalam PJP 2020-2035 itu, turut dihadiri oleh Dirjen Vokasi, Dirjen Pendidikan Tinggi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek RI, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Kemenaker RI, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin RI, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kemenperin RI dan Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas RI.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Voli, Nasional, Kriminal, Badminton, DKI Jakarta, Kalimantan Timur
wwwwww