Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Fraksi PKS Desak Jokowi Batalkan Perpres Legalisasi Miras
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Fraksi PKS Desak Jokowi Batalkan Perpres Legalisasi Miras
2
Pelatih Kepala Pelatnas Pencak Silat SEA Games 2021 Meninggal Dunia
Olahraga
18 jam yang lalu
Pelatih Kepala Pelatnas Pencak Silat SEA Games 2021 Meninggal Dunia
3
Fraksi PAN Sarankan Presiden Cabut Izin Investasi Miras
Hukum
21 jam yang lalu
Fraksi PAN Sarankan Presiden Cabut Izin Investasi Miras
4
Lantik 9 Pejabat, Menpora Ingatkan Perbaikan Tata Kelola Birokrasi
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Lantik 9 Pejabat, Menpora Ingatkan Perbaikan Tata Kelola Birokrasi
5
Ramai RUU Pemilu dan Revisi UU ITE, Formappi Soroti Koordinasi Kemenkumham dengan Presiden serta 'Manutnya' DPR
Politik
20 jam yang lalu
Ramai RUU Pemilu dan Revisi UU ITE, Formappi Soroti Koordinasi Kemenkumham dengan Presiden serta Manutnya DPR
6
Dewas KPK Artidjo Alkostar Meninggal, LaNyalla: Beliau Sosok Panutan Luar Biasa
Peristiwa
17 jam yang lalu
Dewas KPK Artidjo Alkostar Meninggal, LaNyalla: Beliau Sosok Panutan Luar Biasa
Home  /  Berita  /  DPR RI

Komisi X Tekankan Pentingnya PJP Menjawab Tantangan Era 4.0

Komisi X Tekankan Pentingnya PJP Menjawab Tantangan Era 4.0
Wakil Ketua Komisi X DPR RI/Politisi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian saat memimpin rapat PJP secara virtual bersama pemerintah, Kamis (4/2/2021). (gambar: tangkapan layar)
Jum'at, 05 Februari 2021 12:14 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI, Hetifah Sjaifudian menyatakan, PJP (peta jalan pendidikan) merupakan hal yang urgen untuk menjawab kebutuhan Revolusi Industri 4.0.

"Revolusi Industri 4.0 akan mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, salah satunya teknologi. Oleh karena itu, PJP perlu mengakomodir kebutuhan SDM yang mampu menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 dan mampu bersaing di pasar global," kata Hetifah saat memimpin rapat kerja dengan pemerintah Kamis, kemarin.

Hetifah, juga mengingatkan pentingnya sektor pendidikan untuk menjembatani ketersediaan tenaga kerja dengan kebutuhan DUDI (dunia usaha dan industri)

Ads

"Kebutuhan DUDI dan ketersediaan tenaga kerja berbeda di setiap daerah. Di Bali, kebutuhan SDM pariwisata tinggi sedangkan di Jawa Barat yang menonjol adalah kebutuhan ahli teknologi rekayasa. Karenanya, link and match antara pendidikan dan industri juga harus ditingkatkan," kata Hetifah dikutip dari catatan rapat tersebut, Jumat (5/2/2021).

Rapat yang membahas kaitan sektor penelitian teknologi, kebutuhan industri strategis, serta link and match pendidikan dengan dunia kerja dalam PJP 2020-2035 itu, turut dihadiri oleh Dirjen Vokasi, Dirjen Pendidikan Tinggi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek RI, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Kemenaker RI, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin RI, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kemenperin RI dan Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas RI.***

wwwwww