Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
'Dear' AHY, Jika Merasa Istana Campur Tangan maka Lakukanlah Ini!
Nasional
10 jam yang lalu
Dear AHY, Jika Merasa Istana Campur Tangan maka Lakukanlah Ini!
2
Terkuak, Eko Sudah Tidak Latihan di Markas Pelatnas Olimpiade Sejak Juli 2020
Olahraga
18 jam yang lalu
Terkuak, Eko Sudah Tidak Latihan di Markas Pelatnas Olimpiade Sejak Juli 2020
3
Moeldoko Kudeta Demokrat, SBY Ajak Kadernya 'Perang'
Politik
20 jam yang lalu
Moeldoko Kudeta Demokrat, SBY Ajak Kadernya Perang
4
Pernah Laporkan Abu Janda, Kini Haris Pratama Dicopot dari Jabatan Ketua Umum KNPI
Politik
20 jam yang lalu
Pernah Laporkan Abu Janda, Kini Haris Pratama Dicopot dari Jabatan Ketua Umum KNPI
5
Ngaku Bandel, Sori Endah: Harus Ada Solusi Terbaik
Olahraga
17 jam yang lalu
Ngaku Bandel, Sori Endah: Harus Ada Solusi Terbaik
6
Rongrong Wibawa Presiden, DPN Kombatan Desak Jokowi Copot Moeldoko dari KSP
Politik
20 jam yang lalu
Rongrong Wibawa Presiden, DPN Kombatan Desak Jokowi Copot Moeldoko dari KSP
Home  /  Berita  /  Hukum

Abu Janda-Natalius Pigai Sepakat Hidup Rukun demi Bangun Negeri

Abu Janda-Natalius Pigai Sepakat Hidup Rukun demi Bangun Negeri
Pertemuan Natalius Pigai dengan Abu Janda di salahsatu Hotel di Jakarta. (Foto: Istimewa)
Selasa, 09 Februari 2021 10:09 WIB
JAKARTA - Pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda sepakat saling rukun dengan mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai usai keduanya bertemu di Hotel Fairmont pada Senin (8/2) kemarin.

"Sepakat untuk saling rukun guyub dan bersama membangun negeri," kata Abu Janda dalam keterangannya, Selasa (9/2).

Abu Janda bercerita pengalamannya berkunjung ke Wamena Papua kepada Pigai saat meletus kerusuhan di wilayah tersebut beberapa tahun lalu.

Ads

Ia mengatakan kala itu sempat masuk ke kamp pengungsi di Jayapura untuk wawancara saksi mata meluruskan berita bahwa yang menyerang adalah orang tak dikenal. Menurutnya, warga Wamena justru menolong sembunyikan warga pendatang.

"Saya lakukan itu agar tidak ada tensi antar-etnis, jadi tak mungkin aku rasis ke Kaka apalagi ke saudara Papua," kata Abu Janda.

Merespons hal itu, Pigai lantas memahaminya. Bahkan, Pigai meminta untuk tetap menjaga Abu Janda saat diwawancarai di salah satu stasiun televisi. Bahkan, Pigai juga mengaku tidak kenal dengan yang melaporkan Abu Janda.

"Saya ngerti itu. Bahkan di TV saya bilang tolong jaga Abu Janda, dia orang baik," kata Pigai.

Pertemuan keduanya itu terlaksana usai diprakarsai Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad.

Terpisah, Pigai mengaku tidak bisa menolak ajakan seseorang yang ingin bertemu dengan dirinya. Menurutnya, salah satu sikap pemimpin adalah mendengarkan aspirasi rakyat.

"Saya kan pemimpin jadi mendengarkan itu penting. Tidak boleh rakyat menginginkan pertemuan, pemimpin nolak. Pemimpin itu mendengarkan aspirasi siapapun," kata Pigai kemarin.

Sebelumnya, Abu Janda dan Pigai sempat terlibat kasus dugaan rasialisme di media sosial. Polemik tersebut membuat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) melaporkan Abu Janda ke pihak kepolisian lantaran membuat cuitan yang diduga bernuansa rasisme kepada Pigai.

Cuitan tersebut sudah dihapus oleh akun Twitter milik Abu Janda @permadiaktivis1. Dalam cuitannya, Abu Janda mengklaim hanya membela mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono yang sedang berseteru dengan Pigai di dunia maya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:Peristiwa, Hukum, Politik, DKI Jakarta
wwwwww